Aktor Indonesia. Gimmick Pemasaran Film Hollywood?


Kanji Klub

Ketika mendengar informasi bahwa Yayan Ruhian dan Iko Uwais akan bermain di film Star Wars episode 7 : The Force Awaken, ada perasaan bangga dan nasionalis bahwa aktor Indonesia semakin diakui peranannya di kancah perfilman internasional. Bahkan ketika mengetahui peranan kedua aktor tersebut sebagai ketua Kanji Klub, saya sudah membayangkan bahwa mereka akan menjadi bagian penting dari cerita film tersebut.

Tapi kemudian apa yang terjadi adalah kedua aktor tersebut tampil hanya tidak kurang dari 2 menit saja, itupun hanya mejeng dengan dialog yang sangat sedikit. Joe Taslim mendapatkan porsi yang jauh lebih besar pada salah satu franchise Fast & Furious. Saya jadi berpikir, apakah aktor Indonesia hanya menjadi gimmick pemasaran film Hollywood di Indonesia? Apakah mereka hanya dieksploitasi untuk kesuksesan film Hollywood di Indonesia?

Dengan lebih dari 200 juta penduduk di Indonesia, negara ini memang sungguh menggiurkan untuk ukuran sebuah pasar. Ditambah lagi, media-media di Indonesia seolah diperdaya menjadi alat pemasarannya film Hollywood dengan membuat kita semua penasaran dengan seperti apa peran kedua aktor tersebut dalam film The Force Awaken.

Disatu sisi dengan melihat pada aspek pemasaran, apa yang dilakukan oleh film Hollywood tidaklah salah sebenarnya. Para pelaku industri perfilman disana dengan sangat cerdik melakukan “eksploitasi” pada aspek apapun yang bisa mendongkrak penjualan film mereka. Salah satunya adalah dengan mengundang aktor lokal dari sebuah negara untuk berperan dalam film mereka, dengan menjanjikan pintu menuju dunia film internasional. Tidak hanya dari Indonesia, tetapi dari berbagai negara turut mereka undang.

Sudah cukup banyak aktor Indonesia yang berperan dalam film internasional. Yayan Ruhian, Iko Uwais di film Star Wars, Christine Hakim di film Eat, Pray and Love, Ario Bayu di film Java Heat serta Joe Taslim di film Fast Furious 6. Yang sedang dinantikan adalah aktor senior Roy Sahetappy yang bermain di film Captain America Civil Wars. Semoga Roy Sahetappy mendapatkan porsi yang baik dalam film tersebut. Tidak hanya dari sisi aktornya saja, tetapi juga film Hollywood kerap memanfaatkan lokasi shooting di Indonesia. Java Heat, Eat, Pray and Love serta film BlackHat juga memiliki adegan yang berlokasi di Indonesia.

Ini menjadi pembelajaran, bahwa di dunia yang semakin global, dengan cerdik, para pelaku industri film Hollywood memanfaatkan content lokal disuatu negara (baik aktor dan lokasi) sebagai salah satu strategi pemasaran film mereka. Ditambah dengan kualitas film yang tidak perlu diragukan lagi, film Hollywood mana yang tidak kita terima, kecuali tentu jika tema film terlalu kontroversial untuk negara kita.

Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh industri perfilman Hollywood tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh industri sepakbola di Eropa dimana mereka memanfaatkan pesepakbola dari Asia untuk bisa menembus pasar Asia, seperti dari Jepang dan Korea. Tapi belakangan, para pesepakbola di Asia ini makin membuktikan peran yang signifikan untuk kemajuan timnya di lapangan. Mereka bukan cuma sekedar menjadi alat untuk jualan jersey semata.

Aktor Indonesia yang bermain di film Hollywood tentu menjadi pengakuan awal bahwa aktor Indonesia bisa berperan di industri perfilman nasional. Dengan terus memproduksi film Indonesia yang berkualitas, kinerja dari para aktor kita bisa terlihat. Semoga ini menjadi awal yang baik. Tidak hanya para aktornya, saya pun berharap film Indonesia bisa maju di tingkat internasional. Jika saya bangga aktor Indonesia main di film Hollywood, maka saya pun berandai-andai di kemudian hari, orang Amerika bisa bangga setengah mati kalau ada aktor mereka main di film Indonesia. Semoga !

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Aktor Indonesia. Gimmick Pemasaran Film Hollywood?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s