Penerapan Tata Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko Bisa Menyelamatkan Nyawa


Lift

Musibah tidak ada yang bisa menduga kapan datangnya. Kecelakaan jatuhnya lift di salah satu gedung perkantoran di bilangan Jakarta Selatan memang sangat disesalkan. Sebelumnya kita juga pernah mendengar adanya korban anak kecil karena tersengat aliran listrik dari sebuah elevator. Pertanyaannya adalah bukan kenapa itu semua bisa terjadi. Karena kita tahu jawabannya, bahwa pengelolaan yang baik sudah seharusnya bisa meminimalisir terjadinya korban jiwa yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Sekali lagi, kita tahu bahwa musibah memang tidak bisa diduga. Tetapi –tanpa bermaksud mendahului Tuhan Yang Maha Kuasa- musibah sebenarnya bisa diprediksi dan karenanya bisa diupayakan untuk diminimalisir dampaknya. Tsunami yang terjadi pada tahun 2004 silam memberikan kita pelajaran yang sangat berharga akan pentingnya Early Warning System. Dalam pengelolaan asset perusahaan yang bisa berdampak pada keselamatan karyawan, juga tidak jauh berbeda. Dengan penerapan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang baik dan terintegrasi, kita dapat menjaga keselamatan karyawan. Apa hubungannya?

Pertama, dalam aspek pengadaan barang dan jasa, terutama untuk asset perusahaan seperti pengadaan lift, elevator dan lain sebagainya menjadi penting untuk praktik pengadaan barang dan jasa yang transparan, dapat dipertanggungjawabkan dan tidak ada praktik-praktik yang bertentangan dengan etika bisnis seperti fraud termasuk korupsi. Kita tahu bahwa pengadaan barang dan jasa adalah salah satu kegiatan yang memiliki potensi fraud yang sangat tinggi. Pemilihan barang dan jasa berikut dengan pihak ketiga yang terlibat, sangat penting untuk dilakukan mekanisme pengadaan barang dan jasa yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ketepatan perencanaan spesifikasi dan biaya serta kualitas pekerjaan yang diharapkan adalah resep jitu untuk mencegah terjadinya bencana.

Saya tidak bermaksud menuduh bahwa apa yang terjadi dari kejadian mengenaskan tersebut ada unsur-unsur penerapan tata kelola perusahaan yang tidak sesuai. Namun ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari kejadian tersebut. Masih terkait dengan proses pengadaan barang dan jasa, jika pengadaan tersebut mencakup kegiatan maintenance, maka harus diperhatikan standar-standar apa yang berlaku dan apakah maintenance yang sudah dilakukan sudah memenuhi standar yang berlaku tersebut. Ini penting, karena menyangkut nyawa.

Hal ini juga selaras dengan kesadaran risiko yang ada didalam sebuah perusahaan. Bersikap acuh tak acuh atau masa bodo dengan standar yang seharusnya diterapkan dan malah menerapkan apa adanya atau yang penting sudah memenuhi ketentuan adalah resep awal terjadinya bencana. Karenanya menjadi penting untuk menerapkan standar operating procedure dalam pengelolaan asset fisik perusahaan. Sudah tahu liftnya sudah lama, kenapa ya tidak diperbaiki atau bahkan diganti sekalian. Semakin lama usia sebuah asset, maka asset fisik tersebut akan semakin besar potensi risikonya.

Pada dasarnya, integritas sangat berperan penting. Kejujuran terhadap masalah-masalah yang ada dan mungkin saja dapat menimbulkan risiko akan memberikan kita pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan untuk dapat mencegah korban jiwa yang sia-sia. Semoga ini tidak terjadi di tempat kita bekerja.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s