Kesadaran Peraturan Lalu Lintas Warga Indonesia Yang Rendah


Metromini

Kecelakaan lalu lintas tabrakan antara kereta api dan metromini di daerah Muara Angke yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan juga kecelakaan tabrakan Lamborghini maut kembali menjadi pengingat yang mahal akan masih rendahnya kesadaran Warga Negara Indonesia dalam mematuhi peraturan lalu lintas. Tak henti-hentinya polisi dan instansi yang terkait melakukan sejumlah program termasuk sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai media komunikasi.

Begitu banyaknya terjadi pelanggaran lalu lintas dan begitu banyaknya angka korban jiwa menandakan rendahnya kesadaran tertib berlalu lintas. Zero Accident seolah menjadi utopia yang masih jauh dari harapan. Saya selalu miris ketika mendengar angka jumlah kecelakaan. Nyawa manusia seolah begitu tak berharga ketika dijadikan sebagai statistik. Demi Tuhan, mereka yang meninggal bukan hanya sekedar angka. Mereka adalah makhluk bernyawa, yang bisa jadi adalah orang tua anda, anak anda, suami anda, istri anda, orang-orang yang anda sayangi dan dekat di hati anda.

Sebagai pengguna lalu lintas, posisi kita adalah sama di mata hukum. Pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor adalah sama. Sama-sama harus mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku. Tidak ada bantahan sama sekali mengenai hal tersebut. Dinas Perhubungan dan Kepolisian adalah regulator yang mengatur tata kelola lalu lintas. Polisi untuk mengatur lalu lintas secara menyeluruh dan Dinas Perhubungan adalah yang mengatur tata kelola transportasi umum.

Dalam hal kecelakaan Metromini ini, begitu banyak sekali kecelakaan yang terjadi yang melibatkan Metromini. Hal ini sebenarnya telah menjadi rahasia umum, dimana persepsi masyarakat terhadap Metromini begitu rendah dari sisi keamanan, belum lagi jika membicarakan faktor kenyamanan. Sudah menjadi pengetahuan bersama dari prilaku pengendara metromini yang seringkali ugal-ugalan dan tidak memperhatikan pengguna lalu lintas yang lain. Bahkan banyak yang masih baru bisa mengendarai bus tapi sudah berani kebut-kebutan di jalan raya. Sebenarnya bukan hanya bus Metromini, Kopaja hampir setali tiga uang sebenarnya. Masih segar dalam ingatan kecelakaan Kopaja Maut yang menewaskan seorang pengendara Go-Jek beserta istrinya.

Faktor kedewasaan, pengetahuan terhadap peraturan lalu lintas, dan pengetahuan terhadap kondisi jalan serta kondisi kendaraan dan kecakapan dalam menggunakan kendaraan yang sedang kita pergunakan adalah prasyarat mutlak terhadap keamanan pribadi kita dijalan raya. Mengabaikan satu saja dari berbagai faktor-faktor tersebut bisa membahayakan nyawa kita dan juga nyawa orang lain.

Aduh, betapa murahnya nyawa manusia dijalan raya. Padahal ketika kecelakaan lalu lintas, bukan hanya jiwa saja yang hilang. Kita bisa kehilangan seorang ayah, ibu, suami, istri, anak, pacar, seorang karyawan berprestasi, seorang calon pemimpin bangsa, seorang rakyat Indonesia yang barangkali saja seandainya tidak menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas, bisa menjadi seseorang yang membawa perubahan untuk Indonesia. Ya umur memang tidak ada yang tahu. Tapi terlalu murah rasanya jika jiwa melayang hanya karena kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pengendara yang tidak bertanggung jawab. Jadi patuhilah peraturan lalu lintas.

Perspektif turut berduka cita kepada segenap korban kecelakaan lalu lintas. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan untuk menghadapi segala cobaan ini. Bagi masyarakat semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s