Perjalanan


Perjalanan

Entah kenapa hingga detik ini saya masih belum bisa tertidur. Lantas karena iseng saya membuka instagram dan melihat foto-foto yang ada di time line instagram saya. Dan entah kenapa pula saya tertarik dengan foto yang diunggah oleh dua sahabat saya, yaitu Nasrullah dan Adrian yang menggugah foto-foto dari kegiatan perjalanannya.

Nasrullah adalah sahabat saya yang dulu pernah sama-sama bekerja dengan saya, namun kini sudah resign, dan Adrian adalah salah satu sahabat saya di Magister Manajemen PPM Manajemen. Anas, demikian biasa Nasrullah biasa di panggil  sewaktu dulu di kantor saya, mengunggah foto dirinya sedang mejeng di depan masjid di Balikpapan (kalau tidak salah). Adrian mengunggah sejumlah foto hasil dari traveling backpackernya seorang diri di Tiongkok. Seorang diri, ya betul sahabat saya itu melakukan travelling seorang diri, dan ia terbiasa melakukan itu.

Sewaktu masih sama-sama bekerja, Anas menceritakan kepada saya, setelah resign, ia ingin menghabiskan sejumlah waktu untuk melakukan kegiatan traveling ke sejumlah daerah dan kini ia benar-benar melakukan itu. Betapa menyenangkannya bisa menikmati kebebasan seperti apa yang Anas rasakan. Sementara Adrian mengatakan bahwa setiap tahunnya ia bisa melakukan beberapa kali kegiatan travelling ke luar negeri hanya untuk sekedar mengetahui seperti apa rasanya berada di negeri orang lain. Menambah pengalaman dan membuka wawasan.

Apa yang dikatakan oleh sahabat saya itu mungkin benar adanya. Kata orang bijak, cara untuk menambah wawasan ada dua, yakni melakukan perjalanan dan membaca. Untuk sementara saya cuma bisa lebih banyak membaca, karena waktu dan juga rejeki untuk jalan-jalan masih sangat terbatas. Mungkin juga itulah sebabnya kenapa kata hijrah dan iqra begitu sakral maknanya.

Perjalanan membuka mata akan adanya perspektif-perspektif yang lain, dan dengan itu karenanya perspektif kita menjadi terbarukan. Menjadi sebuah pengalaman yang memperkaya wawasan dan mewarnai kehidupan. Perjalanan tidak hanya selalu terkait dengan uang. Tetapi ketika kita memaknai hijrah, sebagai perpindahan menuju tempat yang lebih baik, proses perjalanannya adalah tentang penemuan jati diri.

Seperti apa yang telah dilakukan oleh sahabat saya, Andri Firmansyah yang juga pernah bekerja bersama-sama saya. Setelah awan mendung yang menyelimuti dirinya, ia berani menemukan jati dirinya dan berani untuk menyambut awan cerah. Sebuah perjalanan yang penuh dengan terjal yang telah ia alami terbayarkan sudah ditempat yang lebih baik.

Saya menulis ini dengan sering-sering menghela nafas, mencoba untuk menyemangati diri dan mengumpulkan semua energi positif yang semoga masih ada dalam diri saya, kendati awan kelam rasanya masih enggan untuk pergi dengan segala ketidakpastian. Perjalanan yang harus saya lakukan rasanya masih panjang dan masih terjal. Tapi saya yakin titik terang itu akan selalu ada untuk saya. Semoga.

 

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

2 thoughts on “Perjalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s