Pentingnya Aspek Kepatuhan Dalam Industri Perbankan dan Lembaga Keuangan


Assistant referee Andy Garratt flags for offside

Aspek kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku merupakan salah satu hal penting yang ditekankan dalam industri perbankan dan lembaga keuangan. Wujud nyatanya adalah pada industri perbankan dan lembaga keuangan lainnya terhadap direktorat kepatuhan. Di Indonesia, hanya di perusahaan bank dan lembaga keuangan yang memiliki Direktur Kepatuhan dan Satuan Kerja Kepatuhan. Bahkan secara spesifik, Bank Indonesia mengatur bahwa satuan kerja kepatuhan pada bank merupakan unit independen yang berdiri sendiri (tidak boleh digabung dengan fungsi lain).

Ada beberapa hal penting terkait dengan kepatuhan yakni fungsi kepatuhan, budaya kepatuhan dan cakupan pengelolaan kepatuhan. Fungsi Kepatuhan adalah serangkaian tindakan atau langkah-langkah yang bersifat exante (preventif) untuk memastikan bahwa kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh Bank telah sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Prinsip Syariah bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, serta memastikan kepatuhan Bank terhadap komitmen yang dibuat oleh bank kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan atau otoritas pengawas lain yang berwenang.

Budaya Kepatuhan adalah nilai, perilaku, dan tindakan yang mendukung terciptanya kepatuhan terhadap ketentuan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Prinsip Syariah bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.

Cakupan pengelolaan kepatuhan meliputi peraturan internal dan eskternal. Peraturan Internal meliputi kebijakan, prosedur internal dan penerapannya pada aktivitas fungsional Bank. Peraturan Eksternal mencakup seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dikeluarkan oleh otoritas moneter dan perbankan.

Sebagai industri yang memiliki risiko usaha yang sangat kompleks, Industri perbankan harus senantiasa memperhatikan aspek kepatuhan terhadap peraturan-peraturan yang memiliki keterkaitan dengan seluruh kegiatan operasional dan non operasional. Hal ini merupakan bentuk kesadaran akan penerapan tata kelola perusahaan. Penerapan kepatuhan akan menjamin seluruh kegiatan usaha sebuah bank untuk tetap berada di bawah kendali Manajemen dan berada pada jalur yang tepat dalam pencapaian kinerja usaha yang bersih dan menguntungkan.

Jika diibaratkan sebagai sebuah pertandingan sepakbola, maka fungsi kepatuhan adalah hakim garis yang membantu wasit dalam memberikan keputusan terakhir. Seorang pemain, bahkan pemain bintang sekalipun harus mematuhi hakim garis, jika hakim garis mengatakan offside, harus tunduk dengan apa yang telah ditetapkan oleh hakim garis. Wasit pun kendati memegang wewenang untuk menetapkan keputusan terakhir, tetap memperhatikan rekomendasi dari hakim garis.

Coba bayangkan apa yang terjadi bila seorang pemain sepakbola bersikap seenaknya saja tanpa ada peraturan. Coba bayangkan apa yang akan terjadi bila seorang wasit mengabaikan saran dari hakim garis? Coba bayangkan bila Direksi mengabaikan rekomendasi unit kepatuhan?

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s