Tata Kelola Sebagai RAJA


Good Corporate Governance

Dalam kesempatan acara wisuda PPM Manajemen yang dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2015 – sebagaimana dikutip dalam Harian Seputar Indonesia edisi Jumat kemarin -, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara -yang juga merupakan alumni dari PPM Manajemen-, mengatakan bahwa tata kelola perusahaan merupakan senjata yang ampuh dalam menghadapi persaingan global. Ia juga menyebutkan bahwa konsep tata kelola perusahaan sering disebut sebagai RAJA dalam penyelengaraan infrastruktur dan proses disebuah perusahaan.

Terus terang, sebagai seorang praktisi yang memiliki ketertarikan terhadap bidang tata kelola perusahaan, saya baru mendengar konsep RAJA ini. Paling-paling yang sering saya dengar adalah konsep Rumah Governance yang sering dikomunikasikan oleh Mas Achmad Daniri, Ketua KNKG dan juga merupakan salah satu pakar tata kelola perusahaan ternama di Indonesia. Rumah Governance terdiri dari 3 pilar yakni Prinsip, Struktur, Mekanisme dan Hasil dari Tata Kelola Perusahaan.

Sedangkan yang dimaksud tata kelola perusahaan sebagai RAJA, adalah Tata Kelola Perusahaan sebagai Rambu, Amanat, Jujur dan Adil. Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut memang tidak mengucapkan secara rinci dari apa saja pendefinisian dari masing-masing elemen Rambu, Amanat, Jujur dan Adil tersebut. Namun yang pasti adalah pendapat Menteri Komunikasi dan Informatika sangatlah benar. Sejumlah definisi mengenai tata kelola perusahaan yang sering dipergunakan memang menekankan pada kata-kata sistem, struktur tata kelola perusahaan, mekanisme, peraturan, kebijakan, pendistribusian hak dan tanggung jawab.

Jadi pada prinsipnya, jika saya boleh memaknai Tata Kelola Perusahaan sebagai RAJA adalah pertama tata kelola perusahaan sebagai rambu yang mengatur seluruh kegiatan perusahaan dan setiap karyawan (termasuk juga Manajemen) untuk bertindak secara benar. Hal ini tentu mencakup peraturan eksternal yang berlaku seperti Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan berbagai ketentuan lainnya. Selain itu tentu adalah peraturan internal yang berlaku. Dalam konteks tata kelola perusahaan, peraturan internal ini disebut sebagai soft structure tata kelola perusahaan.

Selain itu pemaknaan tata kelola perusahaan sebagai RAJA juga mencerminkan prinsip TARIF dimana Amanat dan jujur mencerminkan responsibilitas dan akuntabilitas. Responsibilitas dan akuntabilitas ini sebenarnya relatif hampir mirip, namun berbeda. Pada dasarnya penerapan dari kedua prinsip ini adalah penegakan dari tanggung jawab dari setiap tingkatan struktur organisasi agar bertanggung jawab sesuai amanat yang diberikan dan agar senantiasa menegakkan kejujuran dan integritas sehingga tanggung jawab yang diberikan dapat dipertanggung jawabkan dengan baik.

Sedangkan Adil mencerminkan independensi dan kewajaran atau fairness, yakni dalam hal kesetaraan. Kesetaraan ini mencerminkan bahwa tata kelola perusahaan harus diterapkan secara konsisten kepada semua pihak yang terlibat dalam aspek apapun. Tidak boleh ada pengistimewaan.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s