Serunya Kuliah di PPM Manajemen part 2


image

Jika anda membayangkan kuliah itu hanyalah duduk, mendengar dan mencatat apa yang dikatakan oleh dosen, barangkali PPM Manajemen bukanlah tempat kuliah yang cocok untuk anda menimba ilmu. Karena metode pengajaran yang ada di PPM sangat beragam dan variasi.

Contohnya adalah ketika mata kuliah seni berpikir sistem dan berpikir antisipatif, dimana kami satu angkatan diberikan tugas untuk mementaskan drama dari penggalan novel taiko yang menceritakan tentang upaya perbaikan benteng Kiyosu. Cerita tentang bagaimana serunya kami mempersiapkan pementasan tersebut bisa dibaca di tulisan saya yang berjudul “Serunya Kuliah Di MM Manajemen dan Kebersamaan Eksekutif Muda MM Angkatan 13“.

Nah, lain lagi dengan mata kuliah pengembangan diri yang menawarkan keseruan yang berbeda. Awalnya keseruan ini dimulai dari kebingungan teman-teman eksekutif muda angkatan 13 ketika menerima email dari Mbak Runy (sekretariat MM Eksmud) berupa instruksi untuk membawa majalah bekas 2 sampai 3 buah, gunting dan lem. Bayangan awalnya dari kebanyakan kami adalah pasti kami akan disuruh membuat semacam prakarya. Ah, tugas semasa sd terbayang di benak saya pribadi. Kuliah S2 tugas kok prakarya anak SD?

Tahan dulu pemikiran negatif anda. Karena apa yang terjadi dalam mata kuliah pengembangan diri kemarin adalah serunya full dan nuampol pol pol ! Pak Wahyu, dosen manajemen pemasaran saya, Ibu Meise dan Mas Anto, wali kelas EM angkatan 13 membawa kami semua untuk melakukan “perjalanan” untuk mencari tahu siapa dari masing-masing kami. Dan itu adalah “perjalanan” yang seru!

Perjalanan kami dimulai dari meniup balon. Hah? Meniup balon? Apa hubungannya meniup balon dengan pengembangan diri dan apa hubungannya dengan disiplin ilmu manajemen secara menyeluruh? Jadi kami disuruh meniup balon dan melemparkannya balon tersebut keatas dalam posisi duduk dan tidak boleh bergeser sama sekali serta balonnya tidak boleh jatuh. Yang berhasil kemudian diminta untuk melakukan hal yang sama dengan cara berdiri. Dari dua posisi, duduk dan berdiri, ternyata posisi berdiri lebih memungkinkan karena lebih fleksibel atau lebih terbuka. Jadi begitulah kira-kira pesan yang ingin ditanamkan bahwa ketika ingin mengembangkan diri haruslah memiliki pemikiran yang terbuka. Terus serunya dimana? Coba lihat wajah teman-teman saya yang begitu ceria bermain balon.

Untuk bisa memiliki pemikiran yang terbuka, tentunya kita harus mengenali siapa diri kita, bagaimana kondisi lingkungan kita, siapa yang menjadi rekan kita, dan siapa yang kita layani dalam kehidupan kita. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kami diperkenalkan dengan Business Model Canvas yang bisa diisi untuk personal.

Setelah mengisi Business Model Canvas, kami kemudian diminta mengisi wheel of life untuk mencari tahu tingkat kepuasan dalam berbagai aspek kehidupan. Kurang lebih ada 8 aspek kehidupan yang bisa diukur, yakni karir, cinta, keluarga dan persahabatan, uang, kebebasan berekspresi, religi, kesenangan hidup dan lainnya. Dengan mengetahui bagaimana business model canvas personel dari masing-masing kami, kemudian tingkat kepuasan kami, akan menjadi modal berharga buat kami dalam menyusun business model canvas yang baru.

Kemudian kami diminta untuk membuat sebuah lingkaran dan diminta menuliskan nama kami pada sebuah lembar kertas dan kemudian kertas itu diputarkan keseluruh teman-teman yang ada dalam lingkaran untuk memberikan komentar yang positif mengenai kelebihan teman yang lain. Jadi satu orang akan mendapatkan komentae yang positif dari seluruh orang yang ada dalam lingkaran dan orang tersebut juga berkewajiban memberikan komentar yang positif mengenai seluruh orang yang ada didalam lingkaran.

Pada sesi terakhir kami dimintakan untuk membuat cover sebuah majalah yang akan diterbitkan 5 tahun mendatang. Bahan-bahannya diambil dari majalah bekas yang dibawa. Jadi ceritanya dalam 5 tahun kedepan kami membayangkan harus menjadi apa, akan diwawancara oleh majalah apa dan isinya tentang apa. Seru bukan perjalanan kami?

image

Hasil kreasi kami semua kemudian harus diupload dan dipost di akun instagram masing-masing dengan tagar #em13, #ppmschool, #bmy, #selfdevelopment dan #nowtransforming. Luar biasa! Cerdik juga cara PPM memasarkan diri.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s