Owner Estimate. Terbuka Atau Tertutup?


Procurement

Salah satu aspek yang sering menjadi perdebatan dalam proses pengadaan barang dan jasa adalah mengenai owner estimate atau harga perkiraan sendiri. Apakah sebaiknya owner estimate itu dibuka atau diumumkan dalam aanwijzing atau dilaksanakan secara tertutup? Masing-masing tentu punya kelebihan dan kekurangan. Apa saja dan mana yang lebih baik?

Bagi pihak yang setuju untuk menerapkan owner estimate secara terbuka, akan lebih mengedepankan aspek keterbukaan informasi serta dengan menerapkan owner estimate secara terbuka, maka harga penawaran yang diajukan oleh calon vendor sudah pasti akan berada dibawah owner estimate. Hal ini terjadi karena banyak pengadaan barang dan jasa di perusahaan-perusahaan yang menerapkan ketentuan bahwa calon vendor yang mengajukan harga dibawah owner estimate akan dianggap secara otomatis mengundurkan diri.

Yang menjadi kekurangan dari owner estimate secara terbuka adalah adanya pola atau kecenderungan dari harga penawaran yang masuk tidak akan jauh-jauh dari owner estimate. Katakanlah misalnya perusahaan anda telah menetapkan owner estimate sebesar Rp100 juta, maka kemungkinan penawaran harga yang akan masuk tidak akan pernah lebih dari 20%, sehingga penawaran yang masuk paling rendah hanya akan mencapai 80 juta, bahkan kecenderungan berada dikisaran 90an juta.

Kekurangan lainnya adalah adanya kemungkinan terjadi kesepakatan diantara para calon vendor yang bisa jadi secara bersama-sama mengundurkan diri dari proses pengadaan barang dan jasa yang sedang anda lakukan. Katakanlah misalnya calon-calon vendor tersebut menilai owner estimate yang anda buka tidak realistis, dan mereka sepakat mengundurkan diri. Akibatnya proses pengadaan terpaksa harus diulang kembali.

Jika demikian, lantas apakah owner estimate secara tertutup akan lebih baik? Owner estimate secara tertutup akan menjadi lebih riskan karena bisa jadi semua calon vendor akan mengajukan harga penawaran diatas owner estimate. Namun ada juga peluang untuk anda mendapatkan harga penawaran yang lebih rendah, bahkan lebih rendah daripada owner estimate secara terbuka. Hal ini mungkin terjadi jika anda melakukan e-auction, pelelangan secara elektronik.

Kekurangan dari owner estimate secara tertutup adalah jika ada karyawan yang membocorkan owner estimate sehingga penetapan owner estimate terkadang bisa menjadi sangat sensitif. Ada yang mempersepsikan bahwa owner estimate secara tertutup berpotensi untuk mendatangkan fraud. Namun sebenarnya setiap pengadaan barang dan jasa dengan mekanisme apapun bisa mendatangkan risiko fraud, selama integritas dari para pihak yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa tidak dijaga dengan baik.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s