Bangkit Setelah Gagal. Terus Bergerak


Soul Surfer

Apa yang anda lakukan ketika anda jatuh dan mengalami kegagalan? Bangun dan bangkit untuk mencoba sekali lagi. Tentu mudah untuk mengatakan hal tersebut. Tapi bagaimana jika anda memiliki keterbatasan dan secara harafiah benar-benar memiliki (maaf) hanya satu tangan untuk melanjutkan cita-cita anda?

Bethany Hamilton adalah seorang peselancar yang harus kehilangan salah satu tangannya karena serangan ikan hiu. Kehilangan lengan bagi seorang peselancar akan menjadi seperti akhir dunia. Dengan tubuh yang prima saja sulit untuk menjadi peselancar yang ulung, apalagi dengan hanya memiliki (maaf) satu tangan saja. Tapi tidak dengan Bethany Hamilton yang kisah seputar peristiwa mengenaskan diserang hiu dan bagaimana ia melanjutkan hidupnya difilmkan dalam sebuah film yang berjudul Soul Surfer yang diterbitkan pada tahun 2011. Sebuah film yang sangat menginspirasi dan sangat bagus untuk anda saksikan.

Tidak ada yang tahu kapan ujian itu akan datang. Tidak ada yang tahu kapan kita akan ditimpakan oleh musibah (semoga tidak). Hidup yang semula enak, nyaman dan aman serta memberikan ketenangan, mendadak dapat hilang begitu saja. Tapi untuk naik kelas, kita harus diuji terlebih dahulu. Begitulah cara kehidupan. Tidak ada yang memberikan kemudahan dalam hidup. Ujian ada untuk memberikan validasi tentang apakah kita layak diberikan predikat sebagai manusia yang terus berkembang.

Tidak hanya Bethany Hamilton yang diuji. Tetapi juga seluruh keluarganya ikut diuji. Keluarga mana yang sanggup melihat putri kesayangannya menderita dan sanggup mengijinkan untuk Bethany “menderita” dengan segala latihan yang sangat menyiksa. Saya langsung terbayang kepada putri saya, Khansa Tiara Althea. Tapi barangkali saya bisa belajar banyak dari kelapangan hati orang tua Bethany yang senantiasa mendukung apapun yang ingin diperjuangkan oleh Bethany. Keluarganya tidak lantas mengurung Bethany dan mencoba menghiburnya atau menjauhkannya dari kemungkinan malapetaka lain yang bisa muncul, tetapi keluarganya mengijin Bethany untuk bisa mengatasi ketakutannya dan memandang keterbatasan yang dimilikinya sebagai kekuatan yang bisa menginspirasi orang lain.

Pendekatan religius yang diusung dalam keluarganya juga membantu dirinya untuk tetap bertahan dan menguatkan sudut pandang dari seorang korban menjadi seorang inspirator dan menolak untuk tunduk kepada keadaan. Menolak untuk dikasihani sebagai orang yang memiliki (maaf) keterbatasan dan menjadi pejuang dan sekaligus menginspirasi orang lain. Kenapanya menjadi lebih besar daripada tantangan yang dihadapinya.

Salah satu adegan menarik dalam film itu adalah ketika pada menit terakhir ia mencoba untuk menaklukkan sebuah ombak dan ketika berhasil, ternyata hasilnya tidak dihitung oleh dewan juri karena sudah melewati batas waktu yang ditentukan. Ia tetap menganggapnya dihitung. Keberhasilan kita tidaklah perlu diakui oleh orang lain ataupun diketahui seluruh dunia. Perjuangannya yang mampu bangkit setelah serangan hiu tersebut adalah keberhasilan yang tidak semua orang mampu melaluinya.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

2 thoughts on “Bangkit Setelah Gagal. Terus Bergerak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s