Memaknai Kerja Ikhlas


Ikhlas

Seringkali kita mendengar kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas sebagai pedoman yang dituntut kepada kita. Sebagai seorang profesional kita tentu wajib melakukan kerja dengan keras dan cerdas sampai tuntas dengan hasil yang baik. Yang menjadi pertanyaan kemudian, adalah dalam dunia profesional, dengan tetap memperhatikan aspek spiritual dan religi, bagaimana cara memaknai kerja ikhlas?

Ikhlas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bersih hati, tulus hati atau memberikan atau menyerahkan dengan tulus hati atau merelakan. Jika diartikan maka kerja ikhlas menjadi kerja dengan bersih hati atau menyerahkan dengan tulus hati. Artinya jika anda kerja secara ikhlas, maka anda kerja lembur namun tidak dibayar, ya tidak apa-apa. Jika anda bekerja mati-matian, berhasil mencapai target, namun anda melihat orang lain yang naik atau promosi jabatan sebagai hasil kerja keras anda, maka anda akan dituntut untuk mengikhlaskan diri.
Apakah itu yang dimaksud sebagai kerja ikhlas? Dalam dunia profesional seorang pekerja, seharusnya hal itu tidak terjadi. Seringkali yang terjadi adalah istilah kerja ikhlas hanyalah merupakan sebuah brainwash yang dipergunakan untuk mengeksploitasi karyawan yang memiliki kemampuan. Kalau misalnya karyawan yang memiliki kemampuan tersebut melakukan protes, maka ia akan dibilang tidak ikhlas. Padahal ia hanya menuntut apa yang seharusnya menjadi haknya.

Sebagai seorang pemimpin, jangan pernah anda sesekali pun mengeksploitasi keikhlasan seseorang, karena karyawan anda bukanlah sapi perah. Jika anda menyuruh karyawan anda untuk terus bekerja tanpa memberikan apresiasi apapun, memangnya anda mau tanggung jawab jika karyawan anda cerai karena karyawan anda lebih sering ada di kantor daripada dirumah? Jangan menzolimi karyawan anda dan jika memang anda terpikir untuk melakukan itu, tolong jangan pergunakan kata ikhlas, jangan mengeksploitasi kata ikhlas.

Dari sisi karyawan, tulisan ini sama sekali tidak menganjurkan anda untuk tidak ikhlas, karena memang rejeki adalah kuasa Allah SWT, karena Allah SWT adalah Maha Adil. Dia tidak akan membiarkan apa yang seharusnya menjadi hak anda menjadi hak orang lain. Karena itu tetaplah bekerja dengan sebaik mungkin, semaksimal mungkin dan tetap berdoa kepadanya. Akan ada balasan kepada orang-orang yang menzolimi anda.
Tapi juga janganlah terima begitu saja dengan kenyataan bahwa anda dizolimi. Ada banyak cara yang bisa anda pergunakan. Anda bisa mengkomunikasikan dengan unit sumber daya manusia. Dan bila upaya anda tersebut tidak digubris, anda punya hak dan bisa mengadukan perlakuan tidak adil yang dipaksakan kepada anda oleh perusahaan tempat anda bekerja kepada Dinas Tenaga Kerja. Atau cara lain yang bisa anda lakukan adalah pindah tempat bekerja. Ada banyak perusahaan di Indonesia, kenapa anda harus berfokus pada satu perusahaan yang menzolimi anda?

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s