Ketika Menjadi Driver Gojek Begitu Keren


gojek

Siapa yang pernah memprediksi bahwa profesi tukang ojek akan menjadi salah satu profesi yang dicari-cari orang-orang? Lalu pernahkah ada yang memiliki cita-cita masa kecil menjadi tukang ojek? Pada kenyataannya kini, dengan kehadiran Gojek, profesi tukang ojek menjadi profesi paling happening saat ini di Jakarta dan sekitarnya.

Siapa yang tidak tergiur dengan penghasilan mencapai belasan juta tiap bulannya? Bahkan pernah ramai di pemberitaan media massa beberapa waktu lalu mengenai seorang manajer yang pindah haluan menjadi pengemudi Gojek. Ada rekan kerja saya pernah iseng mendaftar Gojek, dan ia bercerita bahwa begitu banyak orang yang mendaftar, bahkan jumlahnya mencapai ribuan. Rekan kerja saya mengatakan bahwa suasana pendaftaran driver Gojek lebih menyerupai bursa kerja.

Saya sendiri baru menggunakan jasa Gojek tiga kali. Satu kali untuk mengambil barang yang tertinggal dari rumah ke kantor, dan dua kali untuk mengantarkan saya. Hari ini kebetulan saya menggunakan jasa Gojek untuk mengantar saya ke kantor. Sebut saja namanya bang Somat. Bang Somat ini awalnya adalah driver pribadi yang banting stir menjadi pengemudi Gojek. Karena penasaran dengan pemberitaan yang “wah” mengenai Gojek di media massa, ataupun social media, saya melakukan “interview” kecil-kecilan melalui obrolan yang ringan.

Dari obrolan tersebut, dapat saya simpulkan bahwa betapa bangganya Bang Somat menjadi driver Gojek. Rasa bangganya itu, dalam analisa pribadi saya, tidak hanya disebabkan oleh besarnya penghasilan yang diterima oleh seorang pengemudi Gojek saja. Walaupun memang, pengaruh besarnya penghasilan tentu sangat signifikan terhadap kebanggaan seseorang. Hal-hal lain yang mungkin menyebabkan kebanggaan seorang driver Gojek adalah faktor budaya di Gojek yang menyebut para tukang ojek yang bergabung dengan Gojek dengan sebutan Driver Gojek.

Baca Juga : Go-Jek & Bentuk Organisasi Virtual Yang Semakin Menjadi Trend

Apa bedanya tukang ojek dengan Driver Gojek? Terlihat sepintas, hal-hal sepele ini mungkin tidak dianggap penting oleh manajemen perusahaan besar, namun terkadang tittle jabatan yang tinggi (walaupun penghasilan yang diterima tidak tinggi), bisa meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Coba bayangkan, anda akan lebih bangga menyerahkan kartu nama anda kepada prospek anda sebagai sales atau sebagai marketing executive, walaupun sebenarnya fungsinya sama, namun pelabelan executive membuat anda lebih percaya diri bukan?

Begitulah mungkin apa yang dirasa oleh para driver gojek yang bangga dengan sebutan itu, ketimbang menjadi tukang ojek. Fungsinya sama, sama-sama mengantarkan orang atau barang dari satu titik ke satu titik lainnya, namun hanya dengan merubah kata tukang menjadi driver, bisa meningkatkan kepercayaan diri dan kebanggaan seseorang.

Hal kecil, tapi kadang luput dari perhatian manajemen perusahaan-perusahaan besar. Hal kecil lainnya yang saya perhatikan adalah penuturan bang somat, yang mengatakan bahwa setiap driver gojek pasti akan saling membunyikan klakson saat bertemu dengan driver gojek lainnya dijalan. Hal kecil ini dapat menguatkan teamwork dan menguatkan sesama driver untuk melakukan tugasnya. Hal kecil seperti ini dapat meningkatkan kebanggaan kelompok yang berujung pada kebanggaan pribadi. Bang Somat adalah salah satunya.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s