Apa Itu Manajemen Operasi?


PabrikSeringkali kita mendengar istilah manajemen operasi baik secara praktikal ataupun dalam akademis. Seringkali juga istilah operasi dalam manajemen operasi disalah persepsikan dengan penggunaan istilah operasional. Apa sebenarnya definisi manajemen operasi dan apa saja ruang lingkupnya?

Jika kita melihat operasi sebagai salah satu fungsi manajemen, maka kita akan melihat bahwa fungsi utama yang dilakukan oleh perusahaan dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok utama membuat barang atau jasa dan kemudian menjualnya kepada pelanggan. Fungsi yang pertama inilah yang disebut sebagai kegiatan operasi dalam sebuah perusahaan.

Kegiatan operasi perusahaan pada dasarnya adalah mengolah input untuk menjadi output. Mengolah biji bauksit untuk menjadi aluminium, mengubah sari kelapa menjadi nata de coco. Proses transformasi yang dilakukan dalam kegiatan operasi perusahaan bisa berbentuk fisik dengan melakukan konversi atau perubahan komposisi, fabrikasi atau perubahan bentuk, atau perakitan. Proses transformasi juga mencakup perubahan lokasi, fisiologis, psikologis (kejiwaan), pertukaran, atau pemberian informasi. Perubahan lokasi misalnya Gojek yang melakukan perpindahan orang dari titik A (input) untuk mencapai titik B (output). Pertukaran misalnya di supermarket yang melakukan perpindahan barang dari sebelumnya milik supermarket (input) menjadi milik pembeli (output).

Input yang dipergunakan biasa dikenal dengan istilah 5 M yakni material (bahan baku), man (sumber daya manusia/ karyawan), machine (mesin yang dipergunakan untuk mengolah input menjadi output), dan money (uang atau modal yang dipergunakan). Satu lagi adalah method atau metode yang dipergunakan. Input secara sifatnya dapat dibedakan menjadi dua, yakni secara langsung atau tidak langsung yakni sebagai input yang memfasilitasi perubahan input menjadi output. Input yang bersifat tidak langsung ini disebut sebagai resources.

Proses mengolah input menjadi output ini disebut sebagai sebuah sistem operasi. Dan pengelolaan sistem operasi inilah yang disebut sebagai manajemen operasi. Manajemen operasi mencakup 3 aspek seperti design, operasional dan peningkatan sistem operasi.

Design operasi adalah bagaimana kita mendesign proses input dan output, serta bagaimana kita mendesign produksi dari sebuah produk dan lokasinya. Proses design ini adalah proses yang sangat penting karena bersifat long term, atau perencanaan jangka panjang. Sedangkan operasional adalah bagaimana menjalankan sistem operasi sehari-hari. Inilah persepsi yang benar tentang operasional dan operasi yang sering disalah artikan. Kemudian yang terakhir adalah peningkatan, bagaimana manajemen operasi dapat dimaksimalisasi untuk meningkatkan produktivitas kinerja.

Pada intinya kita perlu memandang setiap kegiatan produksi baik itu dalam skala kecil maupun besar dibutuhkan suatu sistem yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada customer. Semakin efektif dan efisien suatu proses, maka akan memberikan nilai lebih bagi konsumen dan perusahaan itu sendiri. Oleh karenanya Terdapat hubungan yang sangat erat kaitannya antara informasi, material, proses produksi, lay out dan sumber daya manusia untuk menciptakan manajemen operasi dan produksi yang sistematis, efektif dan efisien.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s