Pemasaran “Nyeleneh” Ala Dough Darlings


IMG-20150619-WA0008Saya selalu senang bila melihat usaha yang dibangun oleh teman saya semakin berkembang, termasuk usaha donat brand Dough Darlings. Alih-alih mengikuti “lapak” yang sudah dikuasai oleh JCo, Crispy Crème, ataupun Dunkin Donut, Dough Darlings benar-benar menggunakan strategi yang total berbeda.

Pertama dari ukurannya, Dough Darlings yang dikembangkan oleh teman kuliah saya, Adelia, hampir mendekati ukuran setengah burger menurut saya. Dengan harga Rp20.000 per piecesnya, dijamin kenyang hanya dengan melahap 1 porsi saja. Dari strategi ukurannya saja, kita sudah bisa mengetahui bahwa sebagai start up, Dough Darlings memang benar-benar memposisikan diri di jalur yang berbeda dibanding para raksasa donat. Start up dengan donat raksasa versus perusahaan donat raksasa dengan donat yang kecil? Menarik bukan?

IMG-20150619-WA0009Kemudian dari pilihan variasi rasanya yang menurut saya lebih variatif dan lebih fresh dengan tidak hanya menawarkan single varian tetapi multiple variant. Seperti misalnya kombinasi peanut butter & strawberry jelly. Hmm pernahkah anda terbayangkan mengkombinasikan selai kacang dengan selai strawberry di roti anda? Atau rasa-rasa yang mungkin tak akan terbayangkan ada didalam sebuah donat, seperti telur asin? Kalau begitu mungkin anda perlu mencoba flavor salted eggs yolk bomb. Jika masih kurang puas, barang kali anda bisa mencicipi red velvet dan cheesecake dalam satu gigitan? Dough Darlings punya flavor red velvet dan cheesecake bukan dalam 2 donat, tapi dalam 1 pieces donat saja. Mantap bukan?

IMG-20150627-WA0009Tapi yang mungkin bikin anda “kesal” adalah anda tidak akan bisa memesan semua itu setiap hari. Untuk bisa mencicipi peanut butter dan strawberry jelly itu misalnya, anda harus menunggu hingga hari rabu dan sabtu dulu. Salted eggs yolk bomb misalnya, cuma tersedia di hari Sabtu dan Minggu atau Milo Bomb yang dijual pada hari Rabu dan Jumat semata. Cukup unik dan nyeleneh bukan? Saya cukup bersyukur karena flavor favorit saya yakni Nutella & Graham Crumbs itu tersedia setiap hari.

Jika ditelaah lagi, apalagi dengan menggunakan perspektif pemasaran, cukup aneh rasanya strategi yang dipilih oleh teman saya itu. Bukankah jika ingin berjualan, ya jual saja semuanya di setiap hari. Bukankah dengan demikian, potensi revenue yang didapatkan bisa lebih maksimal? Seolah berlawanan dengan teori pemasaran yang berlaku, teman saya itu tetap saja cuek bebek dengan strategi pemasaran yang diadopsinya. Memang ada sejumlah produk yang berhasil meskipun dengan strategi pemasaran yang cukup aneh seperti Pia Legong misalnya.

Tapi setelah saya berpikir lebih mendalam lagi, dengan melakukan penjualan item yang berbeda pada hari-hari yang berbeda, Dough Darlings telah melakukan efisiensi yang luar biasa. Dough Darlings tidak harus melakukan spekulasi pembelian item bahan baku, karena semua sudah dibatasi dan sudah di prediksi. Tidak lagi harus menebak hari ini prioritas beli keju apa beli strawberry jelly. Sembari dengan sabar mengedukasi konsumen yang seenak udelnya seperti saya ini, efisiensi didapat, penjualan didapat. Apalagi ditambah experience konsumen yang seolah-olah dibuat “berburu” donat rasa yang disukai. Mulailah berburu donat favoritmu.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

2 thoughts on “Pemasaran “Nyeleneh” Ala Dough Darlings

  1. Wah ini artikel yang saya suka. Pemasaran. Strategi semacam itu pasti telah melewati banyak pertimbangan karena menurut saya cukup beresiko.

    Pengunjung tidak dapat memesan apa yang mereka sukai setiap saat. Kalau ada sedikit kesalahan saja di strategi macam ini pasti akan banyak kehilangan pelanggan.

    Saya penganut pemasaran yang sebaliknya. Menyediakan produk apapun dan memudahkan pelanggan untuk bisa membeli 19 Jam.

    Like

    1. Masing-masing pemasar tentu punya strategi pemasaran sendiri. Pemasaran yang umum dilakukan adalah seperti yang shiq4 lakukan. Masing-masing juga punya plus minus, konsekuensi dan itung-itungan tersendiri.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s