Perubahan Organisasi Yang Direncanakan


Perubahan 2

Selain dari faktor-faktor atau sumber-sumber eksternal, perubahan dalam organisasi bisa juga disebabkan oleh keinginan organisasi tersebut untuk melakukan perubahan. Jadi, perubahan dalam organisasi terkadang bukanlah sebuah hal yang secara mendadak atau tiba-tiba saja dihadapi atau terpaksa dihadapi oleh sebuah organisasi termasuk diantaranya adalah perusahaan.

Karenanya perubahan dapatlah direncanakan dengan baik. Perubahan yang direncanakan menekankan pada dua aspek, yakni dilakukan secara sengaja dan biasanya memiliki tujuan. Pada umumnya tujuan perusahaan secara sengaja melakukan perubahan adalah untuk meningkatkan kemampuan perusahaan untuk beraptasi dengan lingkungan luar disekeliling perusahaan dan untuk merubah prilaku karyawan.

Secara umum, perusahaan-perusahaan yang melakukan perubahan yang disengaja disebabkan oleh adanya pergantian manajemen lama ke manajemen baru yang tentu memiliki visi, misi dan juga traget yang berbeda dengan manajemen yang sebelumnya sehingga mendorong terjadinya perubahan. Perubahan juga bisa terjadi karena memang perusahaan membutuhkan sebuah perubahan.

Kapan sebuah perusahaan membutuhkan perubahan?

Perubahan dibutuhkan oleh perusahaan bila terjadi kinerja yang secara tiba-tiba menukik sehingga membutuhkan upaya-upaya perbaikan. Perusahaan yang mengalami penurunan kinerja kemudian melakukan perubahan yang bisa dilakukan secara sektoral, bisa juga sampai melakukan perubahan yang menyeluruh, bahkan bisa kepada aspek filosofis seperti perubahan budaya perusahaan.

Perusahaan juga melakukan perubahan sebagai respon dari adanya dinamika pada lingkungan seperti misalnya perkembangan teknologi yang pesat yang dapat meningkatkan efisiensi dalam perusahaan. Atau misalnya ketika perusahaan pesaing menciptakan produk baru, yang dapat berkontribusi dalam menurunkan angka penjualan dari produk sebuah perusahaan. Kecermatan manajemen sebuah perusahaan dalam memantau faktor-faktor diluar lingkungan inilah yang akan menentukan daya saing sebuah perusahaan.

Agen Perubahan

Agar berjalan dengan lancar, perubahan yang disengaja dilakukan biasanya menggunakan pendekatan melalui agen perubahan atau change agent. Agen-agen perubahan inilah yang ditunjuk untuk menjadi katalis atau model atau contoh dari perubahan. Agen perubahan inilah yang juga ditunjuk untuk bertanggung jawab terhadap aktivitas manajemen perubahan. Agen perubahan bisa direkrut melalui penunjukan langsung, namun seringkali melibatkan proses seleksi kepada karyawan. Agen perubahan dapat ditunjuk pada setiap tingkatan agar proses sosialisasi perubahan dapat berjalan lancar pada setiap tingkatan.

Peran agen perubahan ini akan terasa dominan pada tujuan perubahan untuk merubah prilaku karyawan, yang kemudian secara parallel diharapkan dapat memiliki dampak untuk meningkatkan kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi proses perubahan.

Diterjemahkan dan dikembangkan dari buku Organizational Begavior Global Edition Sixteenth Edition yang ditulis oleh Stephen P Robbins dan Timothy A Judge

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s