Penolakan Organisasi Terhadap Perubahan


resistance

Penolakan perubahan dalam organisasi bukan hanya terjadi pada tingkatan karyawan semata. Penolakan perubahan juga bisa terjadi pada tingkatan organisasi, atau dengan kata lain, meskipun sudah mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan sebuah organisasi termasuk perusahaan untuk berubah, sebuah organisasi bisa jadi akan tetap menolak perubahan. Apa saja yang menyebabkan terjadinya penolakan organisasi untuk berubah?

Kelembaman/ Kelemahan Struktur

Yang dimaksudkan dengan inertia atau kelembaman adalah kecenderungan untuk menolak perubahan terhadap keadaan geraknya. Inersia berarti lembam atau malas. Sebagaimana kita ketahui sebuah organisasi, khususnya pada perusahaan besar terbentuk dari sebuah sistem, sebuah struktur yang sangat mekanistik, seperti misalnya proses seleksi, ataupun formalisasi dan regulasi untuk menciptakan stabilitas. Perubahan dengan demikian dipandang sebagai sesuatu yang dapat mengganggunya adanya stabilitas yang selama ini sudah berlangsung.

Fokus Perubahan Yang Terbatas

Organisasi terdiri dari berbagai kumpulan sistem yang saling bergantung sama lain (interdependen). Apa yang terjadi pada satu bagian dapat mempengaruhi bagian lainnya. Jadi ketika ada perubahan pada satu bagian tertentu saja, tidak mungkin tidak mempengaruhi bagian lainnya. Jadi bila terjadi perubahan yang terbatas pada satu bagian tertentu dapat dibatalkan oleh sistem yang lebih besar dan lebih makro.

Kelembaman Kelompok

Kelembaman kelompok dapat terjadi ketika sebuah individu menginginkan untuk merubah prilakunya, tetap saja dibatasi oleh kepentingan kelompok, seperti misalnya dalam bentuk norma-norma atau nilai-nilai kelompok. Dalam hal ini norma dan nilai sebuah kelompok menjadi pembatas atau bahkan dapat menghilangkan keinginan inidividu untuk melakukan perubahan.

Ancaman Pada Keahlian

Perubahan dalam organisasi bisa jadi akan mengancam sekumpulan orang-orang (specialized groups) yang memiliki keahlian tertentu (expertise).

Ancaman Pada Kekuasaan

Bila terjadi adanya perubahan atau redistribusi terhadap otoritas pengambilan keputusan dapat mengancam kekuasaan yang sudah lama berlangsung.

Pada prinsipnya tidak semua perubahan itu baik. Proses pengambilan keputusan yang cepat dapat menyebabkan proses pengambilan keputusan yang keliru, karena terburu-buru. Perubahan memiliki risiko, dan banyak sekali organisasi hancur karena melakukan perubahan. Agen perubahan perlu secara seksama mempertimbangkan semua aspek dan semua dampak dari adanya perubahan.

Diterjemahkan dan dikembangkan dari buku Organizational Behavior Global Edition Sixteenth Edition yang ditulis oleh Stephen P Robbins dan Timothy A Judge

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s