Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436

Ketika perbedaan dalam kita melihat sebuah titik, seringkali berujung pada perbedaan pendapat. Acapkali perbedaan pendapat itu tak disampaikan dalam untaian kata yang baik meskipun dengan niatan yang baik, mungkin ada persinggungan hati disitu. Sebuah persinggungan yang barangkali tak pernah terlalu kita pedulikan, kita abaikan karena ketidakpekaan dan pengetahuan kita yang masih terbatas.

Barangkali dari situlah munculnya benih-benih selisih yang tak pernah reda. Benih-benih selisih yang bisa saja memutus tali keakraban dan kekariban. Tentu kita tidak pernah menginginkan hal itu terjadi, hanya karena membela sebuah isu yang tak berpengaruh pada hidup kita. Hanya demi dianggap benar, hanya karena ingin menjadi lebih benar daripada orang lain, sebuah perspektif tidaklah selalu lebih baik dari perspektif yang lain. Tidaklah selalu lebih benar.

Hakikinya, ini tidak membuat kita menjadi jumawa, selayaknya sadar dimana manusia seharusnya berada. Dalam kesucian yang pernah kita genggam saat awal-awal kita lahir didunia. Namun sirna karena kodrat manusia yang selalu mementingkan diri sendiri diatas kepentingan manusia yang lain.

Mungkin, ini sebenarnya esensi apa yang telah kita lalui selama ini. Untuk kembali menjadi suci. Untuk berjalan memutar kepada masa lalu dan sejenak merenungi eksistensi keberadaan di dunia ini. Untuk menjadi lebih benar daripada yang lain? Untuk memaksakan perspektif yang kita pegang? Atau bersedia memutar mata nurani untuk melihat segalanya dari perspektif yang jauh lebih luas?

Kalau sudah, barangkali apa yang telah kita lalui mampu memberikan tambahan isi dalam ruang hati kita, dalam benak pemikiran kita dengan segala pencernaan dari akal. Namun kalaupun belum, kita hanyalah manusia yang memiliki keterbatasan perspektif dalam melihat segala sesuatu secara lebih jelas.

Kalaupun sudah, apakah nanti kita akan seterusnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kita tentu tidak ingin menjadi orang yang merugi, namun seiring waktu, terpaan angin kencang yang merubah arah perspektif mungkin saja akan mendera. Sekuat hati, sekuat badan dan sekuat jiwa, tidak semua orang bisa bertahan. Namun kekuatan manusia, bukanlah pada orang per orang. Tapi pada kata umat. Kesatuan. Relatif, sayangnya akhir-akhir ini kata umat tak lagi tersebut dengan lantang tatkala orang lebih peduli pada dirinya sendiri.

Perspektif mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Semoga kita semua kembali kepada kesucian nurani dalam melihat berbagai sudut pandang.

Advertisements

4 thoughts on “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s