Analisa Marjinal Dalam Pengambilan Keputusan yang Optimal part 2


Marginal Analysis

Secara keseluruhan analisis marginal dapat disimpulkan sebagai sebuah upaya menganalisa untuk menemukan nilai optimal dari sasaran yang telah ditetapkan dan  apakah sasaran tersebut memiliki batasan-batasan untuk dapat mengambil keputusan yang paling tepat dari berbagai alternatif situasi yang berada disekeliling kita. Bahkan analisa marginal dapat mencakup merubah nilai dari aktivitas yang dilakukan. Hal ini memungkinkan seorang manajer untuk dapat melakukan perubahan secara bertahap sampai perubahan yang dilakukan tidak lagi memberikan nilai yang optimal.

Analisis marginal mencakup memperhitungkan marginal benefit atau keuntungan marjinal (marginal benefit seirng juga disebut sebagai marginal revenue) marginal cost atau biaya marjinal dari sebuah aktivitas, tanpa memperhitungkan sunk cost (biaya yang telah terjadi dan tidak mungkin kembali). Untuk dapat menggunakan analisis marjinal dengan baik, anda harus dapat memahami dua konsep utama ini.

Marginal Cost atau biaya marjinal adalah bertambahnya biaya total dikarenakan adanya penambahan output untuk diproduksi. Oleh karena itu, dalam jangka pendek kurva biaya per satuan (AC) maupun kurva biaya variabel per satuan (AVC) berbentuk seperti U karena pada saat tertentu dengan bertambahnya produksi maka biaya persatuan semakin naik. Biaya marjinal kadang-kadang disebut juga sebagai biaya tambahan (incremental cost). Sedangkan marginal revenue atau marginal benefit adalah output atau hasil produksi dijual dipasar sehingga produsen memperoleh pendapatan (Revenue). Marginal Revenue adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan produksi/penjualan satu unit output.

Prinsip dasar dari analisis marjinal adalah peningkatan aktivitas perlu dilakukan bila marginal benefit atau marginal revenue melebihi marginal cost, dan sebaliknya tingkat aktivitas perlu diturunkan bila marginal cost melebihi marginal benefit atau marginal revenue.

Perusahaan dikatakan dalam keadaan mengalami “keseimbangan” (equilibrium of the firm) bila jumlah produksi diatur sedemikian rupa sehingga perusahaan mencapai laba maksimal. Hal tertentu terjadi pada kondisi atau titik marginal benefit sama dengan marginal cost. Marginal Profit adalah tambahan laba yang diperoleh pada saat jumlah output yang dihasilkan atau dijual diperbesar. Marginal Profit merupakan selisih Marginal Benefit dikurangi Marginal Cost.

Dengan menggunakan analisis marjinal, seorang manajer dapat melakukan analisa untuk mencapai tingkat yang paling optimal dari berbagai keputusan dan melakukan pemecahan masalah apabila menghadapi tingkat pembatas tertentu dalam melakukan upaya maksimisasi keuntungan ataupun meminimisasikan biaya, sehingga seorang manajer dapat membuat keputusan yang terbaik secara valid, berdasarkan kondisi yang nyata dan keterbatasan yang ada. Dari keputusan yang terbaik tersebut dapat memberikan tingkat keuntungan yang paling maksimal untuk perusahaan. Hal ini juga dapat diterapkan ketika manajer dihadapkan pada pilihan untuk menurunkan kerugian hingga ke titik yang paling rendah sekalipun.

Dengan menggunakan analisa marjinal, seorang manajer dapat menyelamatkan dirinya dan perusahaannya dari biaya-biaya yang tak perlu dikeluarkan sebagai akibat dari adanya asumsi bahwa setiap adanya peningkatan aktivitas akan serta merta meningkatkan keuntungan, padahal nyatanya tidak selalu seperti itu. Pada prinsipnya analisa marjinal dapat mendorong efektivitas dan efesiensi dari sebuah aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan.

Dalam penerapannya, analisis marjinal sangat cocok diterapkan untuk menganalisa perubahan aktivitas yang terjadi pada perusahaan dan pengaruh dari perubahan tersebut terhadap keuntungan, misalnya penambahan input produksi berupa mesin, kapasitas mesin, jumlah bahan baku yang dipergunakan, untuk mencapai tingkat yang memberikan keuntungan yang paling maksimal.

Namun perlu juga diingat bahwa analisis marjinal tidak memadai dalam menganalisis situasi yang kondisi masa depannya tidak diketahui dengan pasti, atau kondisi-kondisi yang tidak bisa diwakili oleh beberapa probabilitas distribusi yang terdefinisi dengan baik. Tidak hanya terkait sisi bisnis saja, analisis marjinal pun dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan tanpa sadar sering sekali kita menggunakannya untuk membuat sejumlah keputusan sehari-hari. Bahkan jika kita menggunakan analisis marjinal dalam kehidupan sehari-hari, kita terlatih untuk menilai segala pilihan kita untuk dapat memberikan tingkat yang paling optimal untuk diri kita.

Diterjemahkan dan dikembangkan dari buku Managerial Economics karya Christopher R homas dan S Charles Maurice

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s