Analisa Marjinal Dalam Pengambilan Keputusan yang Optimal part 1


Marginal Analysis

Membuat keputusan yang optimal dalam berbagai tingkatan dan kegiatan aktivitas bisnis merupakan kemampuan yang paling mendasar yang harus dimiliki oleh setiap manajer, termasuk salah satunya adalah membuat analisa cost dan benefit untuk dapat menentukan keputusan yang terbaik pada sebuah kondisi tertentu. Hal ini dikarenakan pada dasarnya setiap manajer melakukan aktivitas mengelola sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan seperti misalnya tenaga kerja, modal uang, bahan baku dan berbagai sumber daya lainnya.

Sumber daya ini seringkali dimiliki dalam kondisi yang terbatas sehingga setiap upaya atau aktivitas penambahan sumber daya untuk mencapai tujuan perusahaan, yakni mencapai keuntungan perlu diperhitungkan dengan matang untuk mengetahui jumlah manfaat yang didapat, dan analisa cost & benefit atau seringkali disebut sebagai analisis marginal merupakan sebuah analisa manfaat tambahan dari suatu kegiatan dibandingkan dengan biaya tambahan aktivitas itu.

Berbagai manajer di berbagai perusahaan menggunakan analisis marjinal ini sebagai alat pengambilan keputusan untuk membantu mencapai keuntungan yang maksimal. Hal ini tentu didasari oleh bahwa tujuan setiap perusahaan adalah untuk mencapai keuntungan atau laba. Secara sederhana, keuntungan bagi perusahaan adalah ketika biaya yang dikeluarkan lebih kecil daripada pendapatan yang berhasil dicapai. Ketika seorang manajer dalam mencapai nilai atau value yang paling terbaik, perlu memprediksi bahwa setiap adanya perubahan aktivitas dapat mempengaruhi biaya dan manfaat yang akan dimanfaat, serta sejauh mana tingkat pengaruh dari perubahan aktivitas yang dilakukan tersebut.

Dalam mencapai nilai yang optimal secara sederhana seorang manajer dapat memutuskan untuk melakukan peningkatan keuntungan atau penurunan biaya. Tujuan dari seseorang manajer inilah yang disebut sebagai objective function atau fungsi sasaran. Seorang manajer ketika memutuskan untuk mencapai peningkatan keuntungan atau profit, maka ia sedang melakukan maksimisasi masalah/ fungsi maksimisasi (maximization problem) dan bila seorang manajer sedang melakukan upaya-upaya untuk menurunkan biaya, maka seorang manajer itu dapat dikatakan sedang melakukan minimanisasi masalah/ fungsi minimanisasi (minimization problem).

Contoh lainnya adalah manajer pemasaran dan manajer produksi. Seorang manajer pemasaran bertujuan untuk melakukan peningkatan angka penjualan dengan cara menurunkan biaya pemasaran, maka penurunan biaya pemasaran tersebut adalah sebuah bentuk minimalisasi fungsi. Sedangkan bagi seorang manajer produksi yang memiliki tugas utama untuk meningkatkan jumlah barang yang dapat diproduksi merupakan sebauh bentuk maksimalisasi fungsi.

Namun dalam beberapa keadaan, para manager akan seringkali berhadapan dengan berbagai pilihan aktivitas yang memiliki berbagai keterbatasan untuk dapat melakukan minimalisasi atau maksimisasi fungsi.

Untuk aktivitas yang tidak memiliki constraint atau pembatas, dimana setiap pengambilan keputusan untuk dapat mencapai level keuntungan yang optimal dari aktivitas dalam jumlah yang spesifik adalah mencari jumlah aktivitas yang dapat memberikan net benefit yang optimal. Net benefit akan tercapai bila total benefit melebihi total cost (total biaya) yang artinya adalah perusahaan memperoleh laba. Sebaliknya bila total benefit lebih kecil daripada total biaya yang dikeluarkan, hal ini menandakan bahwa perusahaan mengalami kerugian. Apabila total benefit yang didapat sama dengan total biaya yang dikeluarkan, kondisi ini menandakan bahwa perusahaan tidak mengalami rugi dan juga tidak mendapatkan laba. Situasi ini disebut Break-even point atau Titik Impas.

Untuk aktivitas yang memiliki pembatas, pada dasarnya prinsipnya sama yakni mempergunakan logika dari analisis marjinal. Walaupun upaya optimalisasi permasalahan bisa dilakukan dengan maksimisasi ataupun minimalisasi, prinsip dasar dari optimalisasinya tetap sama. Konsep yang paling krusial dari optimasasi yang memiliki pembatasan adalah mencari marginal benefit per setiap uang atau biaya yang dikeluarkan pada setiap aktivitasnya.

Diterjemahkan dan dikembangkan dari buku Managerial Economics karya Christopher R homas dan S Charles Maurice

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s