Rejeki di Patok Ayam


Ayam Jago Pastinya anda sering mendengar orang mengatakan jangan bangun kesiangan, nanti rejeki dipatok ayam. Tidak jelas asal muasalnya darimana dan siapa pula yang mempopulerkan ucapan itu, tetapi yang pasti ungkapan itu adalah sebuah peringatan kepada mereka yang suka bangun siang. Namun benarkah selalu seperti itu? Ungkapan di masa lalu itu menurut saya adalah sebuah pembodohan masal. Pertama, ayam tidak memiliki hak sama sekali dengan rejeki kita. Kedua, jam berapa kita bangun, tidak memiliki hubungan apapun dengan rejeki kita. Saya punya jawaban untuk ungkapan itu.

Jika saya bangun kesiangan dan jika karena itu rejeki saya dipatok oleh ayam, ya sudah ayamnya saja sekalian saya goreng dan saya makan.

Jadi saya dapatnya banyak. Saya dapat rejeki saya yang sebelumnya di makan oleh ayam dan saya dapat ayamnya juga. Lagipula atas dasar siapa dan atas dasar apa ayam berhak memakan rejeki saya. Rejeki menurut saya tidak ada hubungannya dengan bangun pagi atau bangun siang. Bukankah rejeki itu sudah ada yang mengatur dan bukankah setiap orang itu memiliki rejekinya masing-masing.

Anehnya lagi, ada penelitian terhadap peneliti dari University of Madrid meneliti hampir 1.000 orang remaja dan menemukan bahwa orang yang suka terjaga hingga larut malam lalu bangun siang memiliki beberapa kualitas yang lebih unggul dibanding yang tidur lebih dini, terutama aspek kecerdasan, penalaran, pemikiran konseptual dan analitis. Orang yang sering bangun pagi memiliki nilai yang lebih tinggi di sekolah. Tapi untuk masalah kesuksesan karir, peneliti menemukan orang yang bangun siang lebih unggul. Peneliti menduga bahwa kecenderungan ini disebabkan karena perilaku yang dilakukan setelah matahari terbenam cenderung menarik orang dengan rasa ingin tahu yang besar.

Baca : Orang Yang Tidur Larut Malam dan Bangun Siang Lebih Sukses Karirnya

Rejeki, menurut saya juga hendaknya tidak dibeda-bedakan berdasarkan bangun siang atau bangun pagi semata. Kecuali kalau untuk orang pekerja kantoran yang diharuskan sudah berada di kantor dari pukul delapan pagi sudah barang tentu harus memiliki kecenderungan untuk mampu bangun pagi supaya tidak terlambat.

Apalagi dengan fakta bahwa kemacetan adalah salah satu persoalan yang masih terjadi di kota besar seperti di Jakarta. Tetapi ada juga pekerja-pekerja yang memiliki jam kerja siang hari ataupun malam hari yang tentunya memiliki kecenderungan untuk bebas dari harus bangun pagi-pagi sekali. Jadi rejeki untuk masing-masing orang sudah ada yang mengatur. Namun bukan juga berarti kita menjadi harus bangun siang terus.

Bangun pagi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seseorang. Terutama juga bagi pekerja-pekerja lepas ataupun freelance ataupun pekerja-pekerja dari dunia konsultan bila harus menepati janji dengan client di pagi hari, maka tentu harus bangun pagi hari dan menepati waktu. Jadi rejeki kita benar-benar tidak ditentukan oleh ayam.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s