Antara Teori VS Praktek


Theory-Practice

Pastinya anda pernah mendengar sejumlah orang yang berkata, “ah itu kan cuma teori, realisasinya pasti berbeda”. Atau ucapan-ucapan lainnya seperti, “ya prakteknya seperti apa, jangan cuma teorinya saja”. Antara teori dan praktek, seringkali menjadi perdebatan yang tidak perlu. Perdebatan ini biasanya terjadi pada “orang-orang lapangan” yang memang sangat terbiasa dengan pendekatan praktek ketimbang menggunakan pendekatan teori.

Padahal seharusnya kedua pendekatan tersebut saling bersinergi dan saling memperbaiki satu sama lain. Dalam praktek pekerjaan sehari-hari, inilah yang seharusnya terjadi. Dalam pekerjaan sehari-hari teori itu bisa saja berbentuk dalam Manual Book, atau Standard Operating Procedure, dan prakteknya adalah apa yang terjadi di lapangan secara nyata dan real.

Contoh penggambarannya adalah misalkan pada layanan sebuah bank, dengan manual standar layanan yang sudah terstruktur dan tertata dengan sedemikian rapihnya ataupun misalnya pada pemberian kredit kepada calon debitur. Seringkali dalam menghadapi nasabah ataupun calon debitur, petugas bank seringkali berhadapan dengan hal-hal diluar dari apa yang diatur dalam sebuah standar operating procedure. Masukan dari kejadian-kejadian di luar dari apa yang diatur ini akan menjadi input yang berharga untuk peningkatan kualitas standard operating procedure.

Solusi praktis memang tidak akan anda dapatkan langsung dalam sebuah teori. Namun untuk dapat memberikan solusi praktis, anda harus mengetahui prakteknya seperti apa dulu, yang kadang memang terlalu kompleks untuk dapat di mengerti tanpa mensederhanakan asumsi-asumsi yang dipergunakan dalam sebuah teori.

Teori membuat orang memahami permasalahan yang kompleks menggunakan asumsi-asumsi yang telah disederhanakan untuk dapat membuat segala yang kompleks tersebut menjadi lebih masuk akal dan terstruktur, dan pada gilirannya membuat sesuatu yang kompleks menjadi relatif lebih sederhana. Dengan mengesampingkan hal-hal yang kurang relevan, anda dalam berbagai konteks apapun, dapat membuat sebuah prediksi dan penjelasan yang valid yang sesuai dengan praktek, walaupun ada yang mengatakan bahwa seringkali teori mengabaikan hal-hal yang terjadi dalam praktek. Namun yang sebenarnya terjadi adalah jika sesuatu tidak dapat terjadi dalam teori, maka besar kemungkinan tidak akan terjadi dalam prakteknya.

Menggunakan teori adalah seperti menggunakan peta jalan. Peta jalan mengabaikan semua hal yang tidak signifikan dan memfokuskan anda pada hal-hal yang relevan pada apa yang anda akan tuju. Seandainya jika anda ingin menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Subang, dan anda belum pernah menggunakan perjalanan ini. Jadi anda membuka google map dan anda memilih peta satelit dari daerah-daerah yang anda lintasi diantara Jakarta dan Subang.

Anda dapat melihat secara jelas jalanan, pohon dan bangunan bahkan mungkin sungai ataupun detail geografis lainnya. Detail geografis ini memang sangat menakjubkan untuk dilihat, namun jelas jika dibandingkan dengan menggunakan peta jalan biasa, informasi yang ditampilkan menjadi lebih clear dan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Dan seperti itulah kira-kira perspektif dalam memandang antara teori dan praktek.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s