Ketika Hubungan Dengan Pelanggan Semanis Rasanya Kecap


bbbango

Membayangkan menyantap seporsi sate ayam ataupun sate kambing tanpa kehadiran bumbu kecap, hambar terasa jadinya. Memang, kecap dapat menambah menyantap kenikmatan hidangan tertentu. Kecap jadi seakan wajib untuk berada disetiap meja makan, entah itu dirumah ataupun direstoran.

Dan tahukah anda, bahwa penikmat kecap pun memiliki komunitas tersendiri. Sulit rasanya dibayangkan, apalagi dipercaya, bahwa pada kenyataannya ada komunitas untuk pencinta kecap. Pasalnya, kecap adalah produk kebutuhan sehari-hari, bandingkan dengan komunitas lain yang biasanya lebih menyasar produk-produk yang lebih bersifat sebagai komoditi lifestyle, seperti komunitas pecinta wine, cerutu, ataupun kopi.

Salah satunya dari komunitas pecinta kecap tersebut adalah Bango Mania, sebagai wadah perkumpulan pecinta produk Kecap Bango, sebuah produk kecap yang kini sudah dimiliki oleh PT. Unilever Indonesia . Kehadiran komunitas seperti ini (dalam bentuk fans group) adalah sebuah berkah bagi sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penghasil produk dan jasa seperti Unilever.

Unilever sendiri semenjak mengakuisisi merek Kecap Bango pada tahun 2001 telah melakukan berbagai perubahan metode dalam pemasaran produknya. Sebelum diakuisisi oleh Unilever, pemasaran Kecap Bango dilakukan secara tradisional dan hanya dilakukan dikisaran wilayah Jakarta dan Jawa barat. Lewat rangkaian aktivitas komunikasi pemasaran, baik above the line maupun below the line yang Unilever lakukan, salah satunya adalah event Festival Jajanan Bango yang begitu fenomenal, Unilever berhasil mengerek Kecap Bango perlahan menjadi salah satu pemain utama dalam industri Kecap Nasional.

Kehadiran Bango Mania sendiri, sangat membantu dan memudahkan Unilever Indonesia dalam menjalin dan membina hubungan baik dengan para konsumen, juga dalam perihal komunikasi pemasaran. Bayangkan Bango Mania sudah memiliki blog tersendiri yang dapat diakses pada http://www.bango-mania. org, social networking site sendiri, seperti facebook dan twitter. Forum komunikasi ini memudahkan para konsumen/ pelanggan untuk menjalin komunikasi satu sama lain, memberikan saran, kritik dan rekomendasi kepada Unilever Indonesia yang akan menjadi masukan sangat, sangat berharga dalam pengembangan sebuah produk, dalam hal ini Kecap Bango.

Apa yang dilakukan oleh Bango Mania sangat membantu Unilver Indonesia dalam memasarkan Kecap Bango. Tim Komunikasi Unilver Indonesia menjadi terbantu dan pantas merasa bersyukur dengan kehadiran bango mania. Dari segi kehumasan, Tim Komunikasi Unilver Indonesia jelas harus menjaga hubungan baik dengan Bango Mania, dengan rutin memberikan informasi terbaru mengenai Kecap Bango kepada para Bango Mania.

Jika ditelah, penikmat Kecap Bango kebanyakan adalah ibu rumah tangga, yang notabene dianggap tidak terlalu melek pada dunia maya. Selama ini dunia maya, internet dianggap menjadi sobat karib dari kaum intelek dan juga profesional, terutama kalangan eksekutif. Namun nyata, Bango Mania begitu terasa signifikansinya dalam memasarkan suiatu produk. Ini adalah bukti nyata ketika pelanggan sudah jatuh cinta pada sebuah produk, dan ini adalah sebuah bukti nyata tentang adanya hubungan erat dari sebuah perusahaan dengan para pelanggannya lewat sebuah produk yang dibutuhkan, dengan kualitas prima dan harga terjangkau. Hubungan Unilever Indonesia dengan Bango Mania sudah melekat dan rasanya manis seperti Kecap Bango.

Hubungan manis seperti ini tentunya tidak bisa dijajaki lewat hubungan sehari dua hari saja, ataupun lewat transaksional semata, melainkan dibangun lewat sebuah kepercayaan dan kesabaran. Lewat sebuah perencanaan strategi pemasaran yang matang dan terpadu.

Tulisan ini merupakan tulisan penulis di akun facebook pribadi penulis yang dimuat tanggal 22 November 2008

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Disclaimer :

Penulis bukan merupakan karyawan dari Unilever Indonesia, ataupun perusahaan lain yang terafiliasi dengan Unilever Indonesia dan Unilever Group

Penulis tidak menerima imbalan apapun dalam bentuk apapun dari Unilever Indonesia, ataupun perusahaan lain yang terafiliasi dengan Unilever Indonesia dan Unilever Group

Tulisan ini tidak ditujukan untuk promosi Unilever Indonesia, ataupun perusahaan lain yang terafiliasi dengan Unilever Indonesia dan Unilever Group

Tulisan ini ditujukan untuk sharing knowledge dan diskusi mengenai pemasaran

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s