Bagaimana Persyaratan dan Penilaian Kelayakan Kredit Bank Untuk Sektor UMKM part 2


loan-application

Persyaratan paling pertama yang harus dipenuhi tentu adalah persyaratan administratif yang harus dimiliki oleh calon debitur. Persyaratan administratif tersebut biasanya mencakup persyaratan administratif untuk pemilik usaha ataupun usaha itu sendiri. Persyaratan administratif untuk pemilik usaha biasanya mencakup kartu identitas berupa KTP atau SIM, Kartu Keluarga, NPWP, bahkan sampai ada yang meminta bukti Surat Nikah segala.

Sedangkan persyaratan administratif untuk usaha, biasanya berupa copy anggaran dasar, surat ijin usaha atau surat keterangan usaha dari pemerintah daerah setempat (kelurahan atau desa), TDP, NPWP, dan berbagai dokumen administratif lainnya terutama laporan keuangan, laporan laba rugi ataupun arus kas (cash flow). Persyaratan yang paling utama, biasanya adalah perusahaan atau usaha yang didirikan sudah berlangsung minimal 1 tahun, atau 2 tahun tergantung dari ketentuan masing-masing bank.

Pertanyaannya, adalah bagaimana jika kita belum memiliki laporan keuangan atau laporan arus kas, atau bagaimana jika usaha kita belum dianggap bankable untuk mendapatkan kredit? Ada lembaga yang bernama Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) yang memberikan bantuan konsultasi bagi UMKM-UMKM yang belum memahami persyaratan atau cara-cara untuk mendapatkan kredit di bank.

Bagi anda yang menganggap persyaratan dari bank sangatlah ribet dan njlimet, tentunya anda harus memaklumi, karena bank sangatlah concern untuk menjaga kepercayaan dari orang-orang atau lembaga-lembaga yang sudah menempatkan dana di bank. Tidak mungkin bagi bank untuk sembarangan saja menyalurkan kredit tanpa memenuhi syarat administratif terlebih dahulu.

Setelah memenuhi persyaratan administratif tersebut, biasanya bank akan mengecek database yang ada di Bank Indonesia, mengenai track record calon debitur dan usaha yang dijalankan oleh calon debitur. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah calon debitur dan usaha yang dijalani memiliki kredit di bank ataupun lembaga keuangan lainnya. Hal ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah debitur dan usaha yang dijalaninya menjadi debitur non lancar di bank lain serta untuk mengetahui apakah debitur dan usaha yang dijalaninya itu termasuk kedalam black list Bank Indonesia. Jika anda atau usaha anda menjadi debitur non lancar (termasuk kedalam kolektibilitas 4 dan 5), kemungkinan untuk mendapatkan kredit sangatlah kecil.

Kemudian jika setelah di cek, anda dan usaha yang anda jalani tidak termasuk debitur non lancar dan tidak termasuk kedalam black list Bank Indonesia, biasanya anda akan mendapatkan kunjungan dari petugas bank (marketing atau credit analyst) untuk melakukan survey sekaligus wawancara. Survey dilakukan biasanya untuk melihat langsung usaha yang anda jalani, untuk mengetahui aspek capital, capacity, dan collateral usaha anda. Hal ini juga didukung dengan wawancara untuk mengkonfirmasi apa yang dilihat oleh petugas bank yang melakukan survey dan sekaligus juga untuk melakukan pengecekan terhadap karakter pribadi anda sebagai pemilik usaha.

Besar kemungkinan juga petugas bank itu akan melakukan survey “ekstra” kepada tetangga anda, hanya untuk sekedar mengetahui, mengecek dan mengkonfirmasi apa yang telah anda katakan atau sampaikan. Pada intinya, petugas survey kredit yang baik akan bersikap seperti detektif untuk memastikan apakah anda benar-benar layak untuk mendapatkan kredit. Kalau secara lebaynya, lebih sulit bagi calon debitur untuk menyakinkan petugas bank ketimbang seorang calon mantu menyakinkan orang tua seorang gadis.

Kemudian semua informasi yang telah didapatkan mengenai anda, dan calon usaha anda akan dirumuskan sedemikian rupa dalam sebuah sistem teknologi informasi yang secara tepat dapat menentukan apakah anda layak untuk mendapatkan kredit atau tidak. Bila anda layak, sistem itu juga dapat memberikan rekomendasi berapa nilai maksimal (plafond) dari kredit yang bisa anda dapatkan.

Tak lupa, bank juga akan memperhatikan faktor kondisi ekonomi ataupun faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kemampuan anda atau usaha yang dijalani untuk mengembalikan pinjaman yang diberikan. Biasanya Bank Indonesia juga sudah memberikan arahan-arahan setiap tahunnya atau secara periodic mengenai sektor usaha mana yang harus dihindari oleh bank untuk menyalurkan kredit. Jadi sebagus apapun kinerja anda atau seberapa baik anda dalam memenuhi persyaratan, namun usaha anda termasuk dalam sektor usaha yang kebetulan direkomendasikan untuk dihindari, maka peluang anda untuk mendapatkan kredit semakin mengecil. Mungkin dapat, namun jumlahnya bisa jadi tidak sebesar apa yang anda harapkan atau butuhkan.

Seluruh informasi yang telah didapatkan oleh bank berikut dengan analisa akan diformulasikan kedalam sebuah dokumen berbentuk Makalah Analisa Kredit yang menggambarkan bisnis usaha dari calon debitur, dan menjelaskan mengenai bisnis debitur. Semakin besar jumlah kredit yang diberikan akan semakin tinggi pula tingkat pejabat yang akan memutus pemberikan kredit kepada calon debitur.

Kesimpulannya adalah calon debitur harus memenuhi persyaratan administratif, tidak menjadi debitur non lancar, tidak menjadi black list Bank Indonesia, lolos proses wawancara dan survey. Prinsipnya adalah memiliki usaha yang prospektif dan berjalan dengan stabil, atau sekurang-kurangnya memiliki kemampuan untuk membayar kembali dan juga memiliki jaminan yang cukup.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

One thought on “Bagaimana Persyaratan dan Penilaian Kelayakan Kredit Bank Untuk Sektor UMKM part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s