Penulis Annual Report : Membudayakan Keterbukaan Informasi


Oji dan ARA

Sebagai seorang praktisi corporate communication saya sering bertemu dengan sejumlah penulis Annual Report, baik dalam proses penyusunan Annual Report ataupun dalam sejumlah pelatihan mengenai Annual Report. Termasuk diantaranya adalah Anab Afifi, salah seorang penulis Annual Report terkemuka di Indonesia yang saat ini sedang menyusun Annual Report di perusahaan tempat saya bekerja.

Penulis Annual Report yang handal di Indonesia, dalam pandangan profesional saya tidak banyak. Saya cukup beruntung untuk bertemu 4 orang penulis Annual Report yang handal dan profesional. Tidak hanya saya yang berkonsultasi kepada mereka-mereka ini, terkadang orang-orang hebat itu suka konsultasi kepada saya. Sungguh suatu kebanggaan bila penulis-penulis top itu balik bertanya kepada saya.

Salah satu yang ingin saya sarankan adalah dengan mempertimbangkan kemampuan, dan networking mereka, para penulis Annual Report punya kemampuan untuk mensosialisasikan dan membudayakan keterbukaan informasi dari perusahaan kepada masyarakat melalui media Annual Report. Pasalnya belum cukup banyak perusahaan yang memiliki kesadaran akan keterbukaan informasi yang cukup baik. Padahal perusahaan-perusahaan tersebut sudah terbuka (terdaftar di Bursa Efek).

Padahal keterbukaan informasi adalah salah satu prinsip penerapan tata kelola perusahaan, yakni transparansi. Sudah begitu, ada sebuah ajang untuk melakukan penilaian untuk menilai tingkat dan kualitas keterbukaan informasi yang disajikan dalam Annual Report sebuah perusahaan, yakni melalui ajang Annual Report Award. Kriteria atau indeks keterbukaan informasi yang dipersyaratkan dalam Annual Report cukup lengkap dan detail. Sekedar informasi, Annual Report diselenggarakan oleh sejumlah kementerian, dan regulator seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Ini saja sudah menandakan betapa bergengsinya ajang Annual Report Award ini.

Jumlah perusahaan yang mengikuti ajang Annual Report Award memang semakin tahun terus semakin meningkat, namun jumlahnya tentu belum mencakup keseluruhan jumlah perusahaan yang ada di Indonesia. Selain itu perusahaan-perusahaan yang menjadi juara pada masing-masing kategori Annual Report Award yang masih berputar pada perusahaan-perusahaan yang itu saja, menandakan masih banyak perusahaan-perusahaan yang belum secara sukarela memaparkan keterbukaan informasi yang cukup tinggi pada Annual Reportnya.

Padahal penilaian Annual Report Award terdiri dari penilaian baku dan penilaian fleksibel mampu mengakomodir mandatory disclosure dan voluntary disclosure dengan cukup baik. Tentu ini menjadi ruang bagi para penulis Annual Report baik dari sisi konsultan ataupun dari penulis internal disebuah perusahaan untuk berkomitmen tinggi dalam menerapkan keterbukaan informasi melalui Annual Report.

Saya sepenuhnya menyetujui pendapat Anab Afifi yang mengatakan bahwa penulis Annual Report itu harusnya memiliki tanggung jawab moral yakni membudayakan keterbukaan informasi agar menjadi kesadaran komunikasi perusahaan.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s