Media Monitoring : Bukan Sekedar Kliping Koran


Media

Sebagai praktisi Corporate Communication ataupun Public Relations, pemberitaan mengenai perusahaan tentu saja harus selalu di jaga dengan baik dengan melakukan media monitoring. Pada tingkatan media monitoring paling dasar, adalah dengan melakukan kliping terhadap pemberitaan perusahaan disejumlah media cetak setiap hari. Tapi sebenarnya media monitoring bukan hanya sebatas kliping koran. Apa saja?

Berita disurat kabar yang dikliping selain berita mengenai perusahaan, bisa juga termasuk berita mengenai kompetitor, berita mengenai regulator, berita mengenai mitra perusahaan, atau berita-berita lain yang dapat memiliki pengaruh terhadap reputasi perusahaan ataupun perkembangan bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan. Karenanya kliping bukan hanya berperan sebagai report kinerja pemberitaan sebuah perusahaan, tetapi juga dapat menjadi data atau informasi yang bermanfaat sebagai business intelligence.

Pada tahapan berikutnya setelah analisis pemberitaan, ada banyak cara untuk melakukan analisis trend dan pola pemberitaan. Dari situ bisa diketahui trend pemberitaan perusahaan, apakah cenderung positif atau kebalikannya. Secara sederhana rekapitulasi pemberitaan dapat dibuat dengan mendata nama media, judul berita, tone pemberitaan dan tanggal dimuatnya sebuah berita. Rekapitulasi pemberitaan ini hendaknya dibuat secara harian atau jika ada pemberitaan mengenai perusahaan di tayangkan di media massa. Rekapitulasi pemberitaan juga dapat dibuat berdasarkan klasifikasi isu pemberitaan atau secara tematik.

Rekapitulasi pemberitaan juga dapat secara lebih detail memetakan figur-figur internal mana yang mendapatkan porsi pemberitaan terbanyak dan di media mana saja. Selain itu melalui rekapitulasi pemberitaan juga dapat di data mengenai figur-figur eksternal yang memberikan komentar mengenai perusahaan. Dari rekapitulasi secara sederhana kita bisa menyusun strategi komunikasi atau program media relations yang tepat. Selain itu kita juga bisa mendapatkan potensi-potensi figur potensial yang bisa didorong untuk memberikan third party endorsement.

Secara lebih lengkap analisis coverage pemberitaan dapat dinilai dari content analysis yang secara detail memperhatikan tone pemberitaan dari kata per kata yang dimuat dalam sebuah artikel berita di media massa. Selain itu media analysis juga dapat perkaya dengan menggunakan cost analysis yang melakukan pengukuran biaya terhadap sebuah pemberitaan yang dimuat di sebuah media massa. Space dari sebuah artikel di ukur ukuran fisiknya lalu dihitung biayanya yang diperbandingkan dengan biaya pemasangan iklan sehingga akan memunculkan rasio efektivitas atau economic value dari sebuah pemberitaan.

Kebanyakan dari corporate communication/ corporate public relations jarang melakukan media analysis yang komprehensif karena memang alokasi waktu yang kurang dan kualitas sumber daya manusia yang kurang memadai. Namun ini bukan menjadi pembenaran untuk tidak melakukan media analysis, pasalnya banyak pihak ketiga atau konsultan yang menawarkan jasa media analysis. Sebenarnya yang menjadi kekhawatiran dari corporate communication adalah dengan melakukan media analysis, adalah ketakutan akan penilaian kinerja dari program-program komunikasi yang dijalankan.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s