Apa Kabar @ID_AyahASI ?


Ayah ASI

Setiap kali saya membuka tulisan yang dimuat di ayahasi.org yang berjudul ASI, Cinta, Doa dan Harapan Untuk Khansa, entah kenapa saya selalu merasa sedikit terenyuh. Bukan apa-apa, tulisan itu memang adalah kisah nyata yang saya alami bersama istri saya, Mustika Ari Nurvianti dan putri kami, Khansa Tiara Althea. Tulisan itu berawalkan dari “curhat” istri saya kepada @ID_AyahASI yang dikirimkan melalui email. Tulisan itu kurang lebih menceritakan pengalaman istri saya saat akan melahirkan putri kami, Khansa Tiara Althea, dan bagaimana perjuangan kami untuk memastikan Khansa Tiara Althea mendapatkan ASI penuh pada awal-awal masa kehadirannya di dunia.

Saya sama sekali tidak menyangka bahwa tulisan itu akan di posting di website ayahasi.org dan disebar di lini massa melalui akun twitter @ID_AyahASI. Saya juga sama sekali tidak menyangka bahwa cerita istri saya akan mendapatkan respon yang baik dari para follower akun twitter @ID_AyahASI. Kalau tidak salah, ketika @ID_AyahASI pertama kali mempublish tulisan tersebut, saya sedang berada di luar kota untuk keperluan dinas kantor. Satu hal yang pasti adalah niat saya dan istri membagikan cerita itu kepada @ID_AyahASI adalah untuk berbagi kisah nyata yang kami alami untuk menjadi inspirasi dan motivasi bagi semua orang tua yang baru melahirkan anaknya serta orang tua yang sedang dalam masa menyusui. Itu saja. Tidak kurang dan tidak lebih.

Pengalaman saya dengan @ID_AyahASI sebenarnya tidak dimulai dari email yang dikirimkan oleh istri saya, namun jauh melebihi itu, bahkan disaat sebelum anak saya lahir. Saya mengenal adanya @ID_AyahASI dari sebuah buku yang berjudul Catatan Ayah ASI yang berisikan cerita-cerita sejumlah pria yang menurut saya luar biasa menginspirASI. Ketika saya membaca buku tersebut, terus terang saya merasa seperti ditempeleng bolak balik, karena ternyata saya merasa kurang mempersiapkan diri menjadi seorang ayah.

Tapi apapun yang saya lakukan untuk putri kecil saya, Khansa Tiara Althea bukanlah sebuah hal yang saya anggap sebagai hal yang luar biasa. Bagi saya itu adalah sebuah kewajiban. Ketika buku tersebut telah berhasil menanamkan “propaganda” bahwa ASI lebih baik daripada susu formula kepada istri saya, dan ketika istri saya berulang-ulang kali menekankan hal itu, maka dengan kacamata kuda saya pun mengiyakan. Terlepas dari perdebatan susu formula itu baik atau tidak baik untuk bayi dibawah 2 tahun, terlepas dari berbagai referensi yang disampaikan oleh @ID_AyahASI pada waktu itu, secara awam saya memiliki logika bahwa apa yang diciptakan oleh Allah SWT tentulah lebih baik daripada ciptaan manusia. Dan karena ASI adalah ciptaan Allah SWT, sementara susu formula adalah ciptaan manusia, maka saya setuju bahwa ASI jelas jauh lebih baik dari pada susu formula.

Bagaimana dengan mereka yang tidak beruntung karena ASI yang di produksi lebih rendah daripada kebutuhan si bayi? Dalam memandang menyusui, mungkin kita kenal ibu susu atau ibu sepersusuan yang mana dalam syariah agama Islam ditetapkan antara anak kandung dengan anak sepersusuan dianggap menjadi saudara dan karenanya dilarang memiliki keturunan. Lalu ada juga konsep Donor ASI yang memang masih diperdebatkan adalah bagaimana status antara si penerima donor ASI dengan pemberi donor ASI. Pada saat itu, saya tidak terlalu terpikirkan, yang penting adalah saya mendapatkan ASI, mau pakai ibu susu atau donor ASI. Bagi saya ini cuma permasalahan mau berjuang lebih ekstra atau tidak? Mau mencari peluang dari setiap kesempatan atau tidak. Itu saja.

Apa yang telah saya lalui tersebut, merupakan sebuah pengalaman yang berharga. Kini perjuangannya sudah berganti bentuk. Perjuangannya adalah bukan mencari ASI lagi, tetapi menyiapkan bekal berharga untuk masa depan Khansa, putri saya. Kalau pun ada yang bisa dijadikan sebagai inspirasi bagi semua ayah ataupun calon ayah, ya saya bersyukur. Saya bukan pahlawan. @ID_AyahASI lah pahlawannya.

Colek Saya di @RojiHasan dan FakhrurrojiHasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s