Tentang Rekan Kerja di Kantor


Friendship

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Michaelbliss92 (Sharing is Caring) yang berjudul Menghadapi Perpisahan di Kantor yang kebetulan saya juga pernah mengalaminya. Tulisan itu membawa saya menjejak mesin waktu menengok sejenak masa lalu bersama sejumlah sahabat.

Menurut saya, rekan kerja bukan hanya orang-orang yang sama-sama bekerja di tempat kita bekerja. Interaksi dalam dunia pekerjaan yang membuat pola hubungan profesional juga menginspirasi hubungan personal. Dari rekan kerja menjadi teman kerja. Kadang teman kerja pun juga bisa menjadi teman diluar kantor. Makan bersama, hang out atau berbagai aktivitas lain non pekerjaan. Manfaatnya selain memperkuat team work dalam sebuah lingkungan pekerjaan, dan juga mempererat hubungan personal.

Selain itu rekan kerja yang berubah menjadi teman kerja juga bisa untuk saling berdiskusi untuk saling memberikan motivasi, memberikan saran-saran atau sebagai tempat curhat. Tapi saking akrabnya, terkadang, betul apa yang seperti Michaelbliss92 rasakan, ada semacam perasaan kehilangan. Ada kebiaaan yang harus dirubah. Dan sering kali karena kebiasaan itu terlalu kuat, kita enggan melakukannya.

Saya pun pernah mengalami hal yang sama beberapa waktu lalu. Saya pernah memiliki sejumlah rekan kerja yang tidak hanya menjadi sahabat, tetapi sudah saya anggap sebagai “saudara”. Andri Firmansyah, orang yang menanyakan pertanyaan Apa Tujuan Anda Bekerja? kepada saya, adalah salah seorang sahabat yang bisa saya percaya. Begitu pula dengan Risandy Narika Putra, sahabat saya, adalah tempat berdiskusi segala apapun. Ada juga atasan saya, Herry Djufraini yang memposisikan saya sebagai rekan kerja dan sekaligus sahabat, tempat saya berdiskusi, dan dari beliau saya belajar banyak hal, tidak hanya tentang pekerjaan, tetapi juga kehidupan. Beliau jugalah orang yang pernah bertanya kepada saya Mau Sampai Kapan Jadi Penulis?. Kebetulan, saya dan tiga orang hebat itu pernah berada dalam satu unit kerja untuk satu kurun waktu yang cukup lama.

Karena berbagai hal, satu per satu, mereka pergi meninggalkan satuan kerja saya. Pertama, atasan saya, Herry Djufraini dipindah untuk mengelola sebuah cabang pembantu. Belakangan, beliau kembali dipromosikan menjadi Pemimpin Cabang. Risandy Narika Putra mengundurkan diri dari pekerjaannya dan memfokuskan dirinya untuk merintis usaha yang ingin ia bangun sendiri. Saya yakin dengan kegigihannya, ia akan berhasil. Kemudian terakhir, Andri Firmansyah juga harus pergi karena perubahan struktur organisasi yang mengharuskan ia bertugas di satuan kerja yang lain. Akhirnya, ketika Andri Firmansyah menerima penawaran kerja dari tempat lain, ia pun mengikuti jejak Risandy Narika Putra keluar dari perusahaan tempat saya bekerja. Satu-satunya (yang saya anggap sebagai sahabat) yang kini masih tersisa adalah Arie Rinaldi. Padahal bersama, kami pernah mengalami sebuah momentum, yang saya sebut sebagai Trilogy of ARA. Momen tersebut hanyalah sebagian kecil dari momen-momen yang kami lalui.

Meskipun mereka memang sudah tidak bekerja bersama saya dan Arie lagi, bukan berarti silaturahmi terhenti. Dan bukan juga berarti, setelah kepergian mereka, saya tidak membuka pintu untuk persahabatan dengan rekan kerja yang lain. Betul rasanya memang beda, suasananya juga berbeda. Tapi bukankah kita harus profesional dengan segala kondisi yang ada. Sebagai bagian dari hidup, kita harus melepaskan para sahabat ketika mereka menjejak menuju arah yang lebih baik.

Dulu orang tua saya selalu menasihati kalau berteman dikantor jangan terlalu dekat. Atau kalau berteman dikantor hati-hati. Tidak semua orang dikantor bisa dipercaya. Barangkali hal itu memang benar. Dan seringkali kita akan bertemu dengan para penjilat, tukang hasut, tukang fitnah, anak kesayangan dan lain sebagainya. Namun akan selalu ada sahabat-sahabat istimewa yang memiliki karakter istimewa dan tulus dalam persahabatan. Langka memang, tapi abadi untuk dikenang.

Untuk sahabat-sahabat saya yang istimewa, barangkali sebuah penggalan lirik lagu dari CJR yang berjudul Lebih Baik bisa memberikan makna yang lebih jelas.

Pasti ada tantangan yang berat di setiap perjalanan yang hebat

Takkan berakhir disini, semuanya akan jadi lebih baik.

Walau kita tidak lagi berlari bersama lagi

Tetapi doaku ini selalu untukmu

Sampai suatu hari nanti kita kan bersama lagi

Berbagi cerita terbaik dari hidup ini

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

9 thoughts on “Tentang Rekan Kerja di Kantor

  1. Nice sharing, mas! 🙂
    Btw, betul banget bahwa kita dibayar perusahaan untuk bekerja, tapi jauh dari itu kita telah mendapat hal yang lebih besar yaitu sahabat-sahabat istimewa dengan karakter yang istimewa.

    Like

    1. Mas Michael, tulisan ini terinspirasi dari tulisan anda. Tentu saja, saya akan setuju seratus persen dengan komentar anda. Tapi tentunya tidak semua rekan kerja bisa dianggap sahabat oleh kita.

      Like

  2. Seorang teman pernah berkata `Jadi penjilat itu harus, tapi tunjukkan juga kinerjanya. Jangan asal jilat sana sini, biar nggak ketahuan banget`. Hehehehe.. Saya selalu sedih kalau ada rekan kerja yang hubungannya sudah sangat dekat. Tapi, di sisi lain saya harus mengikhlaskannya, karena itu jalan pilihannya.

    Like

    1. Sayangnya banyak sekali yang hanya mengandalkan jilat menjilat sebagai solusi untuk karirnya, ketimbang berupaya untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuannya. Saya sendiri pada prinsipnya tidak mau menjilat, tapi prinsip menghormati dan menghargai orang lain serta membangun hubungan baik dengan siapapun di kantor adalah keharusan.
      Soal teman kerja yang pindah, tentulah kita harus mengikhlaskannya, apalagi demi kebaikan.

      Like

  3. Rekan kerja yang yang jadi teman kerja bisa membawa suasana kerja jadi lebih menyenangkan memang. Mereka membantu saya melewati masa-masa sulit ketika saya baru dimutasi.

    Like

    1. Sungguh beruntung Mas Dani blla mendapatkan rekan kerja yang bisa menjadi teman kerja. Itu bisa meningkatkan motivasi. Tapi sayangnya tidak semuanya bisa merasakan hal tersebut.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s