Rumah Governance


Tata Kelola Perusahaan 2

Saya sungguh beruntung bisa mendapatkan pemahaman dari Pak Mas Achmad Daniri, Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance dalam Seminar Dampak Implementasi Good Governance Terhadap Peningkatan Investasi Korporasi dan Investasi Daerah pada 24 Februari 2015 yang memberikan penjelasan mengenai Good Corporate Governance. Kebetulan saya sudah membaca buku Lead By GCG yang ditulis oleh beliau, jadi mendengarkan penjelasan langsung dari beliau setelah membaca bukunya, ibarat menonton novel yang difilmkan. Komplit.

Dalam seminar tersebut Pak Mas Achmad Daniri memperkenalkan konsep Rumah Governance (meniru dari konsep Rumah Perubahan Hermawan Kertajaya) yang terdiri dari Prinsip GCG, Struktur GCG, Mekanisme GCG dan GCG Outcome.

Prinsip GCG

Prinsip GCG atau yang lazimnya dikenal dengan sebutan TARIF (Transparansi – Akuntabilitas – Responsibilitas – Independen – Fairness) adalah nilai atau values yang harus diterapkan dalam implementasi tata kelola perusahaan. Prinsip TARIF ini harus dilaksanakan secara konsisten.

Struktur GCG

Struktur Tata Kelola Perusahaan secara awam dapat diartikan sebagai kelengkapan struktur organisasi untuk memastikan aktivitas pengelolaan perusahaan berjalan dengan baik, bekerja secara independen, mengeliminasi benturan kepentingan dan mekanisme cek & balance antar organisasi berjalan dengan efektif. Pemegang saham dan/atau RUPS tidak boleh melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang dari Dewan Komisaris dan Direksi. Dewan Komisaris tidak boleh melakukan intervensi terhadap Direksi selain dari aktivitas pengawasan implementasi tata kelola perusahaan yang dijalankan oleh Direksi.

Dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, yang paling penting dan perlu dikedepankan adalah aspek people, yakni pada orang-orang yang menempati struktur tata kelola perusahaan. Orang-orang yang berada di struktur organisasi inilah yang menerapkan prinsip TARIF tersebut dan juga yang menentukan soft structure GCG yang akan dibangun.

Mekanisme GCG

Mekanisme dalam tata kelola perusahaan ini adalah bagaimana penerapan tata kelola perusahaan ini dijalankan antara masing-masing organ tata kelola perusahaan. Mekanisme check and balance ini dapat dilakukan melalui berbagai media, diantaranya adalah Rapat Umum Pemegang Saham, Rapat Pengurus (Rapat bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi), Rapat Direksi, Rapat Dewan Komisaris, Rapat Komite dibawah Dewan Komisaris, Rapat Komite dengan unit kerja, Rapat Lintas Satuan Kerja, business review yang dilakukan secara periodik dan berbagai sarana lainnya.

GCG Outcome

Parameter untuk penerapan tata kelola perusahaan dapat dilihat dari tiga aspek yakni compliance, conformance, dan performance. Compliance yakni sejauh mana perusahaan mematuhi aturan-aturan yang ada dalam memenuhi prinsip GCG. Conformance adalah sejauh mana perusahaan telah berperilaku sesuai dengan prinsip GCG dan kelengkapan perangkat perusahaan (struktur tata kelola perusahaan dan juga termasuk didalamnya soft structure gcg) dalam mengimplementasikan GCG.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Perspektif kini juga bisa di baca melalui Facebook dan Google +

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s