Dari Tiang Fondasi Menjadi Sayap


Tiang Fondasi

Alam bawah sadar selalu menyimpan potensi terbesar dalam otak manusia. Karenanya alam bawah sadar menjadi objek penelitian yang sangat menarik. Ada kekuatan yang kadang menggerakkan kita. Jadi ada baiknya juga kita jangan bermain-main dengan alam bawah sadar kita yang mungkin saja dapat mengabulkan semua cita-cita dan semua pemikiran kita. Berhati-hatilah dengan apa yang kita harapkan karena mungkin saja itu semua dapat terjadi.

Jika ada satu momen yang boleh saya ubah dengan mesin waktu, momen itu adalah momen saat saya mengikuti kegiatan assessment untuk promosi jabatan beberapa tahun yang lalu. Kenapa harus saya ubah? Karena pada saat itu lah saat-saat saya memutuskan untuk menjadi “tiang fondasi” dalam alam bawah sadar saya yang hingga kini menjadi keterusan sepertinya. Bagaimana ceritanya?

Waktu itu seorang psikolog mengajukan sebuah pertanyaan yang harus dijawab oleh seluruh peserta assessment. Sebuah pertanyaan psikologis, jika seandainya saya menjadi sebuah benda, benda apa kira-kira yang paling mendeskripsikan diri anda. Pertanyaan itu juga dilengkapi dengan persyaratan bahwa pertanyaan itu haruslah dijawab dengan alam bawah sadar anda dan harus menjadi penegas siapa diri anda di masa depan. Psikolog itu juga memperingatkan kepada saya dan juga semua peserta bahwa dalam menjawab pertanyaan tersebut, saya harus berhati-hati.

Tiang Fondasi

Saat ditanyakan pertanyaan tersebut, pemikiran saya berkata, bahwa saya harus menjawab sesuatu yang berbeda, sebuah benda yang sangat kuat makna filosofisnya, tetapi juga tidak nyeleneh, karena saat itu saya khawatir bahwa jawaban saya juga akan dijadikan sebagai bahan penilaian saya untuk promosi jabatan.

Tiang fondasi. Sebuah jawaban yang saya pikir sangat keren untuk diungkapkan. Sebuah bangunan tidak akan pernah berdiri tanpa tiang fondasi yang kokoh. Gedung yang tinggi menjulang, jembatan yang panjang membentang, semuanya akan ambruk kalau tidak ada tiang fondasi. Begitulah yang saya anggap mengenai tiang fondasi. Saya anak pertama di keluarga saya, dan juga seorang suami dari istri saya, Mustika Ari Nurvianti dan seorang ayah dari putri saya, Khansa Tiara Althea. Sebagai kepala keluarga, tentu saja saya harus menjadi tiang fondasi yang kokoh, baik dalam memimpin keluarga ataupun mencari penghasilan untuk menghidupi keluarga saya.

Menumbuhkan Kepak Sayap

Peran tiang fondasi ini juga saya rasakan di tempat saya bekerja. Dimana proporsi peran saya cukup signifikan. Tapi terus terang, saya merasa apa yang saya dapatkan belum terlalu sesuai dengan apa yang sudah saya berikan dan terkadang saya suka merasa dibenam-benamkan. Karena itulah saya memilih untuk menjadi sayap. Sayap yang dapat membawa saya kemanapun saya mau. Sayap itu sedang saya tumbuhkan. Semoga kelak sayap itu akan membawa saya ke tempat yang saya tuju. Dengan sayap itu juga, keluarga saya akan ikut saya.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

2 thoughts on “Dari Tiang Fondasi Menjadi Sayap

  1. Waduh ada yang bernasib sama seperti saya juga. Saya bukannya menyerah tapi terus terang saya berada di lingkungan yang penuh dengan kecurangan-kecurangan yang ada, sehingga barangkali memang harus saya yang mengalah. Saya punya mimpi yang lebih besar.

    Sangat boleh untuk di copas ataupun di link ataupun di reblog Mas.

    Like

  2. Wah,..suatu pengalaman mental yang luar biasa. Rasanya tidak perlu mesin waktu untuk mengubah apa yg telah menjadi keputusan mas Roji. Saran saya, coba kembali masuk ke alam bawah sadar mas Roji dan pastikan bahwa anda adalah ‘tiang pondasi’ yang kokoh, yang selalu membuat bagian lain merasa berhutang budi dan bersedia merawat juga menjaga anda agar terus kokoh berdiri.
    Apa yang mas Roji sampaikan pada ‘kepak sayap’ sama persis saya alami saat ini dikantor saya, kinerja dan kredibilitas tidak dihargai semestinya. Justru kita cenderung dijegal dan dicungkil.
    Dengan berbekal pelajaran yang saya dapat dari pelatihan tentang pemanfaatan ‘unconscious mind’, saya lebih sering ‘berwisata’ ke ‘tempat kedamaian’ saya, dan memprogram ‘dunia saya’ agar berlaku sesuai apa yang saya kehendaki. Dan hasilnya, sebagian besar program saya mulai berlaku (dengan izin Alloh tentunya).
    Sekali lagi saya mohon ijin untuk copas dan atau me-link artikel mas Roji, yang temanya sama dengan tema saya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s