Kenapa Harus Proton ?


Proton

Akhir pekan kemarin ramai diberitakan mengenai penandatanganan memorandum of understanding (nota kesepahaman) antara Adiperkasa Citra Lestari dengan Proton untuk pengembangan mobil nasional. Penandatanganan nota kesepahaman itu disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Kuala Lumpur. Penandatanganan itu tak pelak mendatangkan banyak komentar dan mendapatkan perhatian masyarakat. Bahkan sejumlah tokoh pemerintah dan tokoh penting lainnya ikut mengomentari soal rencana Proton yang menjadi mitra dalam pengembangan mobil nasional. Yang mungkin menjadi pertanyaan adalah, kenapa harus Proton dan kenapa harus Adiperkasa Citra Lestari?

Kenapa Harus Proton ?

Pertanyaan yang pertama adalah kenapa harus Proton? Sebagaimana kita ketahui dan kita lihat bersama bahwa di jalan raya di Jakarta dan juga di Indonesia bertebaran mobil-mobil produksi produsen otomotif dari berbagai negara. Dari Jepang ada Toyota, Honda, Mitsubishi, Suzuki, bahkan Datsun yang belakangan masuk meramaikan persaingan penjualan otomotif. Dari Korea Selatan ada Hyundai dan KIA. Dari Amerika, ada Ford, Chyrsler. Dari Eropa ada Audi, BMW, Mercedes Benz.

Bahkan Pengamat Transportasi yang juga Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia, Darmaningtyas sebagaimana dilansir oleh Jawa Pos (Baca : Proton Dijadikan Taksi Saja Tak Laku, Apalagi untuk……) menuturkan bahwa belum ada bukti bahwa pasaran mobil Proton di Indonesia cukup prospektif. Ia juga mengatakan bahwa terbukti taksi yang memakai mobil Proton tidak berkembang dan harga purna jualnya juga rendah. Penolakan juga dilakukan oleh sejumlah politisi, diantaranya politikus Demokrat Ulil Abshar Abdala yang mempertanyakan dari sekian banyak partner potensial, kenapa Proton? dan kenapa Hendro? kenapa, kenapa? (Baca : Ramai-Ramai Tolak Mobil Nasional Ala Proton) Yang juga menjadi konyol adalah ternyata Proton Indonesia sendiri belum mengetahui adanya kerjasama antara Adiperkasa Citra Lestari dengan Proton (baca : Proton di Indonesia Belum Tahu Ada Proyek Besar)

Kenapa harus Adiperkasa Citra Lestari?

Pertanyaan yang kedua adalah kenapa harus Adiperkasa Citra Lestari? Atau lebih tepatnya pertanyaan yang diajukan adalah kenapa harus Hendropriyono? Selain ditanyakan oleh Ulil Abshar Abdala, pertanyaan tersebut juga dipertanyakan oleh Roy Suryo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga. Ia menilai bahwa Jokowi tidak menepati janjinya saat berkeinginan mengembangkan mobil karya anak bangsa, Esemka sebagai mobil nasional. Ia mengatakan bahwa dulu Joko Widodo pernah mempunyai mimpi memiliki mobil nasional. Namun, Esemka tidak diteruskan. Malah tiba-tiba ada kesepakatan dengan Proton. (Baca : Roy Suryo Pertanyakan Keterlibatan Hendropriyono Dalam Mobnas Dengan Malaysia)

Di kalangan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), nama perusahaan ini cukup mengagetkan. Dari seorang sumber yang enggan namanya diberitakan, keberadaan Adiperkasa Citra Lestari menjadi kasak kusuk panas beberapa hari ini.

Sebagai pelaku industri otomotif, Gaikindo tidak pernah mendengar keberadaan perusahaan Hendropriyono ini. Yang lebih misterius lagi Jawa Pos melansir keterangan mengenai Adiperkasa Citra Lestari ini Keterangan seputar PT Adiperkasa Citra Lestari masih minim (Baca : Misteri Adiperkasa Citra Lestari, PT yang Menggandeng Proton Malaysia). Di database Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham, hanya ada satu perusahaan bernama Adiperkasa Citra Lestari. Perusahaan tersebut tercatat didirikan pada 22 Februari 2012, lalu sempat mengajukan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan pada 22 Juli 2013.  Alamat yang tertera dalam dokumen tersebut adalah Komplek Rukan Tendean Square 26, Jl. Woltermonginsidi 122 – 124 Jakarta Selatan. Namun, saat Jawa Pos menyambangi alamat tersebut, saat ini sudah digunakan untuk Kantor Notaris Muhammad Hanafi.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, anak bangsa sebetulnya memilki potensi dan kemampuan intelektual yang sama dengan negara lain (Baca : Membuat Pesawat Saja Bisa, Masak Bikin Mobil Tak Bisa). Karenanya, ia yakin para anak bangsa juga mampu untuk membuat mobil nasional. Hanya saja, lanjutnya, hal tersebut tergantung dari keinginan atau political will dari pemerintah.

Katanya kan lebih mudah buat mobil dari pada pesawat, membuat pesawat saja kita bisa kenapa buat mobil tidak bisa? – Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan –

Dari kedua pertanyaan itu, ada beberapa perspektif yang dapat kita telaah bersama. Yang pertama adalah tentunya kita tentunya perlu mengapresiasi adanya keinginan untuk mengembangkan mobil nasional. Terlepas dari adanya tudingan bahwa penandatanganan MoU ini sarat dengan kepentingan politik antara Jokowi dan Hendropriyono, mari kita tunggu kelanjutan dari cerita pengembangan mobil nasional dulu. Dulu Indonesia pun sempat memiliki mobil nasional yang diberi nama dengan Timor, yang kalau tidak salah merujuk dari Hyundai.

Tetapi dari dua pertanyaan diatas, pemilihan Proton nampaknya patut dipertimbangkan kembali. Indonesia merupakan pasar dari semua produsen otomotif. Jangankan Toyota, Ferari dan Lamborghini saja ada di Indonesia. Bukankah lebih bijak, jika kita memintakan semua produsen otomotif tersebut menyumbangkan pemikiran dan tenaga ahli untuk terlibat dalam pengembangan mobil nasional. Jangan hanya kita dijadikan sebagai tambang pengeruk keuntungan saja oleh para produsen mobil tersebut, tetapi kita juga harus memanfaatkan dan mengambil keuntungan. Memang kesepahaman antara Adiperkasa Citra Lestari dengan Proton baru sebatas nota kesepahaman, perlu ada langkah-langkah panjang kedepannya lagi, sebelum Proton nantinya benar-benar ditunjuk untuk mengembangkan mobil nasional.

Jadi ada beberapa alternatif sebenarnya untuk pengembangan mobil nasional ini :

Pengembangan Esemka menjadi mobil nasional

Esemka

Esemka yang dulu digadang-gadang akan menjadi mobil nasional, hingga kini belum jelas nasibnya. Seharusnya kita dapat memulainya dari Esemka, sehingga kita tidak memulai pengembangan mobil nasional dari nol besar. Pengembangan Esemka sebagai mobil nasional tentu memerlukan dukungan dari Pemerintah dan perlu juga adanya mitra yang mendampingi. Mitra tersebut bisa saja dari Proton, tapi kalaupun harus Proton, sebaiknya jangan cuma Proton, tetapi juga produsen mobil lainnya, mungkin dari Jepang, Amerika dan Eropa, untuk lebih memperluas perspektif pemerintah mengenai industri otomotif.

Selanjutnya Esemka ini bisa dijadikan BUMN yang akan ditunjuk untuk membuat mobil nasional. Kenapa bukan Adiperkasa Citra Lestari? Adiperkasa Citra Lestari pun tetap boleh mengembangkan mobil nasional. Semakin banyak produsen mobil nasional dari perusahaan asal Indonesia tentunya akan semakin bagus bagi industri otomotif di Indonesia khususnya dalam memproduksi mobil asli buatan Indonesia.

Menunjuk BUMN yang ada untuk memproduksi mobil nasional

???????????????????????????????

Putra dan putri Indonesia sudah membuktikan bahwa kita mampu membuat pesawat sendiri. PT Dirgantara Indonesia bersama dengan PT Regio Aviasi Industri (RAI), PT Ilthabi Rekatama, dan PT Eagle Capital milik BJ Habibie mampu membuat pesawat R80 dan telah mendapatkan pesanan untuk pembuatannya (Baca : Pesawat R80 Buatan Indonesia). Jika memungkinkan Dirgantara Indonesia dapat membuat divisi khusus untuk menangani pembuatan mobil nasional.

Rampur-komodo-1

Atau jika saran ini dianggap terlalu ngawur, kita dapat memalingkan mata kepada PT. Pindad Persero telah mampu memproduksi sejumlah kendaraan khusus untuk kebutuhan militer dan instansi lainnya. Teknologi perang yang ada dapat di alihfungsikan untuk kendaraan komersial.

Atau jika masih tidak memungkinkan pemerintah dapat membuat satu BUMN khusus tersendiri untuk memproduksi mobil nasional. Langkah ini memiliki berbagai keuntungan, termasuk diantaranya tentu saja membuka lapangan pekerjaan yang baru.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

3 thoughts on “Kenapa Harus Proton ?

  1. Nggak usah didelete dulu. Tapi saya sih inginnya fokus di person-person yang punya borok politik tapi masih memegang kekuasaan atau menjadi influencer dalam kekuasaan. Solusi akan terkesan klise. Boleh dikit lah. Coba saya tunggu di console wp-admin saya yang versi revisinya. Nggak usah pakai gambar, kecuali itu foto hasil karya kita sendiri. Masalahnya adalah ini mau saya besarkan. Takutnya nanti malah kena lisensi soal penggunaan gambar-gambar.

    Thanks 🙂

    Ditunggu.

    Like

  2. Bang Sammy, makasi nih bang Sammy suka sama artikel ini. Sebenarnya tujuan artikel ini bukan penekanan kepada negative campaign sih, tapi lebih kepada solusi untuk mobil nasional. Itu tujuan dari saya menulis artikel ini. Pendekatan saya terhadap isu politik bukan agresif tapi lebih kepada konservatif.
    Tapi kalo Bang Sammy mau artikel ini masuk di weblognya Bang Sammy saya setuju. Berarti artikel ini harus di delete apa gimana?

    Like

  3. Hallo Bro,

    Saya suka artikel ini. Artikel di tempat saya jarang pakai gambar, kita fokus di kata-kata dan quote. Dan lebih to the point. Kalau mau hajar Hendro Priyono, langsung hajar aja… jangan malu-malu. Harus ada tujuan dalam menulis artikel kalau menurut saya. Kalau memang mau negative campaign seseorang, lakukan dengan ragu. Negative campaign itu bukan black campaign.

    Kalau kita cocok, ini boleh jadi artikel pertama di notaslimboy.com, oke ya 🙂

    Dengan beberapa revisi untuk lebih to the point dan jangan terlalu banyak data statistik. Heheh

    Regards,
    Sammy Not A Slim Boy

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s