GCG Dalam Praktik Pekerjaan Sehari-hari


Working Activity

Kesadaran dalam menerapkan implementasi tata kelola perusahaan yang baik hendaknya dilaksanakan pada setiap tingkatan organisasi disebuah perusahaan dan dilaksanakan pada setiap aktivitas operasional dan non operasional perusahaan. Namun sayangnya masih banyak karyawan, yang bukannya tidak sadar akan kepentingan penerapan tata kelola perusahaan yang baik ini, namun cenderung menganggap tata kelola perusahaan sebagai sebuah konsep yang mengawang-awang. Bagaimana “membumikan” GCG dalam perusahaan anda dan bagaimana melaksanakan GCG dalam pekerjaan sehari-hari?

Masih banyaknya yang menganggap bahwa GCG hanya sebatas struktur saja, dimana sebagian besar hanya menganggap bahwa struktur tata kelola perusahaan hanya berada di pundak Dewan Komisaris, Direksi dan Pemegang Saham saja, memberikan persepsi bahwa karyawan hanyalah bekerja saja dan urusan tata kelola perusahaan hanya sebatas peranannya manajemen saja. Persepsi seperti ini sangat disayangkan, karena karyawanlah yang memiliki peranan penting dalam melaksanakan tata kelola perusahaan, khususnya dalam pekerjaan sehari-hari.

Menilik persepsi bahwa tata kelola perusahaan hanyalah sebatas struktur saja, jelaslah sekali bahwa sosialisasi penerapan tata kelola perusahaan haruslah dilaksanakan secara konsisten, berkala dan terus menerus. Banyak perusahaan yang hanya puas bahwa penerapan tata kelola perusahaan hanyalah sebatas di dokumen saja, atau sudah memiliki soft structure good corporate governance saja, seperti misalnya sudah memiliki GCG Manual, Kode Etik, ataupun Standard Operating Procedure saja, namun jarang sekali memperhatikan implementasinya dilapangan. Melakukan self assessment pun sebatas untuk memenuhi persyaratan, bahkan tak jarang rekomendasi dari assessment GCG tidak ditindaklanjuti dengan serius.

Dari berbagai persepsi yang keliru tersebut, penting sekali untuk menekankan adanya kesadaran dalam melaksanakan implementasi tata kelola perusahaan, sampai pada karyawan pada tingkat awal sekalipun. Apa saja yang perlu dilakukan?

Dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari, masing-masing karyawan harus dengan penuh kesadaran untuk melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya, memiliki integritas dan kejujuran dalam melaksanakan pekerjaannya. Integritas adalah kunci vital dari implementasi tata kelola perusahaan pada tingkat terbawah. Karyawan yang berintegritas tinggi akan menjauhi kecenderungan untuk melakukan fraud, menghindari masalah hukum bagi perusahaan, menjauhkan diri dari konflik atau benturan kepentingan, menghindari gratifikasi dan lain sebagainya.

Selanjutnya adalah bahwa penting sekali bagi setiap karyawan untuk menyadari kewenangannya, dan tidak bertindak melebihi kewenangannya. Hal ini memang terkesan seperti membudayakan birokrasi, tapi penting sekali bagi setiap karyawan untuk menyadari posisi dan job description yang diberikan kepadanya. Bagi para supervisor dan manager atau para atasan, penting sekali untuk tidak memaksakan staff atau anggota tim anda untuk menyetujui atau menandatangani dokumen apabila memang staff tidak diperkenankan untuk memberikan paraf dan tandatangan. Risiko yang ditanggung harus berbanding lurus dengan gaji yang diterima. Makin besar gaji yang anda terima, makin tinggi risiko yang harus anda tanggung.

Yang juga tak kalah penting adalah penerapan secara nyata apa yang sudah ditulis pada soft structure GCG seperti GCG Manual, Board Manual dan SOP. Kata-kata yang tertera pada soft structure tersebut bukanlah kata-kata mutiara yang harus anda renungi dan anda resapi lalu anda hafalkan, kata-kata itu yang menjadi peraturan, haruslah anda implementasikan pada pekerjaan sehari-hari. Dengan melaksanakan segala sesuatunya sesuai dengan ketentuan, maka anda berpotensi untuk menghindarkan diri anda dari adanya tuntutan hukum bila ada permasalahan dikemudian hari.

Peningkatan kompetensi anda pada bidang pekerjaan yang anda lakukan tentunya sangat penting. Bukan cuma penting untuk perkembangan karir anda dikemudian hari, tetapi juga penting bagi perusahaan tempat anda bekerja. Pengetahuan yang anda miliki menjadi pijakan dasar dan pengetahuan anda terhadap risiko apa saja yang mungkin ada dalam sebuah pekerjaan yang dapat berdampak negatif bagi perusahaan. Inilah yang dimaksud sebagai budaya sadar risiko dalam perusahaan.

Yang terakhir, tentu saja penerapan tata kelola perusahaan yang baik, juga membutuhkan keteladanan dari top manajemen. Jika anda sebagai top manajemen menggaungkan efisiensi setiap hari, tapi kemudian setiap makan siang anda minta makanan mewah, hal ini dapat merugikan kredibilitas anda.

Mari kita terapkan GCG setiap hari.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s