Seberapa Luas Makna Tanggung Jawab Sosial Perusahaan?


CSR

Dalam melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan, acapkali merujuk kepada Undang-Undang No, 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 1 ayat 3 yang menyebutkan bahwa Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan adalah komitmen Perseroan (perusahaan) untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun pada masyarakat pada umumnya.

Peraturan lainnya yang dirujuk adalah Undang-Undang No, 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal dimana setiap penanam modal berkewajiban untuk melaksanakan tanggung jawab sosial. Undang-undang No. 25 tahun 2007 tersebut juga menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tanggung jawab sosial perusahaan adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaan penanaman modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma dan budaya masyarakat setempat.

Ada juga peraturan yang secara khusus mengatur sektor tertentu seperti Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Hidup dan Undang-Undang No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang pada intinya mengatur mengenai pengembangan masyarakat sekitar. Dalam lingkup Badan Usaha Milik Negara, ada juga peraturan yang mengatur mengenai Program Kemitraan Usaha dan Bina Lingkungan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial.

Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil adalah program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana BUMN Sedangkan Program Bina Lingkungan adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN melalui pemanfaatan dana BUMN.

Dari sejumlah peraturan yang ada mengenai tanggung jawab sosial perusahaan dapat kita simpulkan sebagai suatu bentuk partisipasi perusahaan dalam perannya ditengah-tengah masyarakat. Pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah seberapa luas makna dari tanggung jawab sosial perusahaan, dan apa batasan dari tanggung jawab sosial perusahaan?

Luasnya makna dan cakupan dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dapat kita lihat dari Harvard Kennedy School mengeluarkan definisi yang kredibel dan lengkap yang melihat corporate social responsibility (CSR) sebagai suatu strategi. CSR, menurut mereka, tidak hanya meliputi apa yang dilakukan perusahaan dengan keuntungan mereka, tetapi juga bagaimana keuntungan tersebut dihasilkan. CSR mencakup lebih dari sekadar kedermawanan dan kepatuhan. Pada saat yang bersamaan, CSR dipandang sebagai suatu cara untuk membantu perusahaan mengelola dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan, beserta hubungan perusahaan dengan lingkungan kerja, pasar, supply chain, komunitas, dan domain kebijakan publik. Alexander Dahlsrud menganalisis 37 definisi CSR oleh berbagai macam kalangan (akademisi, pemerintah, dan LSM) di seluruh dunia. Ia menemukan adanya kekongruenan di antara definisi-definisi tersebut. Dengan metode content analysis, ia berhasil mengidentifikasi lima dimensi dari definisi CSR, yaitu kesukarelaan (voluntariness), stakeholder, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kesukarelaan merupakan bukti bahwa CSR bukanlah suatu aktivitas yang bersifat wajib.

Hal ini memang berbeda dengan definisi tanggung jawab sosial perusahaan yang diungkapkan dalam Undang-Undang No, 40 Tahun 2007, dimana CSR wajib dilaksanakan oleh setiap perusahaan. Merujuk dari undang-undang tersebut, dapat dipahami sebagai kewajiban yang tentunya perlu disesuaikan dengan kebutuhan

Yang kemudian patut dikedepankan adalah menjadikan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan menjadi sebuah kesadaran Perusahaan untuk berperan aktif mendukung masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan diberbagai bidang, yang tentunya dapat disesuaikan dengan karakteristik usaha, kemampuan dan kebutuhan dari masing-masing perusahaan. Karenanya strategi pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan perlu dirumuskan secara matangkan.

Kesadaran ini juga diperlukan karena sejatinya setiap perusahaan selalu berkaitan dengan masyarakat. Karenanya program atau kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan perlu didorong sebagai salah satu strategi atau bentuk itikad baik perusahaan dan menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat.

Selain itu kegiatan operasional perusahaan pastinya akan berdampak pada masyarakat, apalagi yang menyangkut mengenai sektor lingkungan, yang seringkali mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s