Tetaplah Optimis Rakyat Indonesia


FRANCE-ENERGY-OIL-PRICE

Tadi malam Pemerintah akhirnya menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Bukan sebuah berita yang mengagetkan sebenarnya, karena wacana menaikkan harga bbm sudah ada jauh sebelum pemilihan Presiden. Soal menyoal harga BBM bahkan menjadi isu yang diusung dalam pemilihan tersebut. Yang mungkin patut dikritisi adalah soal pengumumannya dan jangka waktu berlakunya pengumuman. Diumumkan pukul 9 malam lewat tetapi harga bbmnya naiknya jam 12 tengah malam. Praktis hanya kurang waktu dari 3 jam bagi masyarakat untuk bisa mengisi bahan bakarnya dengan harga lama. Alhasil semalam terjadi kepadatan lalu lintas dimana-mana khususnya pada titik-titik menjelang SPBU.

Kepadatan itu juga terjadi di berbagai media, khususnya sosial media. Berita tentang kenaikan harga BBM ini menjadi headline di berbagai media dan ramai diperbincangkan di berbagai sosial media, facebook, twitter dan path. Ada yang protes, ada yang mengutarakan telah menyesal karena merasa salah memilih, namun tak sedikit juga yang mendukung kenaikan harga bbm tersebut. Apapun alasannya, masing-masing punya latar belakang dan pemahaman yang berbeda-beda dalam menyikapi kenaikan harga ini. Tapi satu hal yang pasti, tidak perlu pakar ekonomi untuk menyatakan bahwa kenaikan harga ini akan mempengaruhi semua sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia.

Saya berharap (dan semoga anda yang membaca juga ikut berharap) bahwa kenaikan harga bbm ini yang katanya sebagai upaya untuk pengurangan beban biaya subsidi bbm dapat dikompensasikan dengan kebijakan-kebijakan yang produktif untuk masyarakat dan program-program kerja yang mampu meningkatkan perekonomian negara. Saya berharap bahwa dunia usaha tidak juga langsung terburu-buru menaikkan harga sebagai dampak dari kenaikan harga bbm ini. Efisiensi mungkin akan menjadi kata-kata yang marak bagi para pelaku dunia usaha.

Tapi sejarah membuktikan, rakyat Indonesia adalah rakyat yang kuat dan tegar dan ekonomi kerakyatan melalui sektor UMKM terbukti selalu mampu menghadapi dinamika perekonomian, apapun kebijakan yang diambil. Jadi tetaplah optimis rakyat Indonesia. Saya jadi teringat setelah membaca status facebook sahabat saya, pak Anab Afifi. Dengan bijak ia menuturkan untaian kata sebagai berikut :

Kenaikan harga bahan bakar minyak adalah hak prerogatifnya pemerintah, tetapi urusan rejeki rakyat Indonesia adalah hak prerogatif Allah SWT

Sebuah siraman rohani yang bijak ditengah derasnya ajakan untuk mengutuk kebijakan ini di sosial media. Sebuah oase ditengah panasnya emosi rakyat Indonesia menanggapi kebijakan kenaikan harga bahan bakar. Sebuah hak prerogatif yang memang harus disikapi dengan optimisme dan kerja keras rakyat Indonesia. Semoga hal ini disadari oleh mereka yang ada disana.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

2 thoughts on “Tetaplah Optimis Rakyat Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s