Bullying Bekasi di Sosmed. Kedangkalan Kreativitas Para Pengguna Sosmed di Indonesia.


Salah Apa Bekasi

Dalam beberapa hari terakhir, di berbagai media sosial utamanya di facebook, twitter dan path ramai-ramai membully kota Bekasi. Pokoknya kalau soal menghina, para pengguna sosial media di Indonesia sangat kreatif. Ironis. Sungguh ironis dan sungguh sangat disayangkan ketika kreativitas orang Indonesia malah dipergunakan untuk saling menghina antar sesame. Sama-sama Indonesia padahal. Anehnya lagi, bullying kok malah dibiarkan menjadi trend. Inikah potret bangsa Indonesia?

Fungsi sosial media yang seharusnya dipergunakan untuk memberikan informasi yang bermanfaat dan berkomunikasi kepada para pengguna lainnya, malah dipergunakan untuk ajang menghina. Dalam berbagai kesempatan para pengguna sosial media di Indonesia telah menunjukkan kreativitasnya soal menyoal menghina ini. Sungguh sangat disayangkan, padahal kreativitas bukan untuk menghina. Seperti misalnya orang yang menghina kota Yogyakarta kemudian ramai-ramai di bully oleh warga Indonesia di jejaring sosial media. Atau soal wanita yang menghina kaum ibu hamil di dalam kereta api. Respon warga pengguna sosial media dalam bentuk teguran untuk kedua kasus ini merupakan bentuk social watch terhadap norma sosial dan perilaku di media sosial yang seharusnya. Dalam konteks kritik yang membangun tentu saja.

Lantas apa bedanya anda yang membuat dan menyebarkan gambar meme yang menghina/ membully kota Bekasi di jejaring sosial media dengan orang yang menghina kota Yogyakarta dan menghina ibu hamil? Tidak ada bedanya bukan. Yang mungkin membedakan adalah banyaknya para pengguna sosial media yang juga melakukan itu. Tapi apakah hal itu menyebabkan anda berhak menghina kota Bekasi? Ataukah anda merasa menjadi orang yang paling benar? Saya yang tinggal di Pondok Labu, Jakarta Selatan saja merasa jijik melihat para pengguna jejaring sosial media ramai-ramai membully Bekasi.

Para pengguna sosial media yang telah membully kota Bekasi telah menunjukkan kedangkalan pengguna Sosial Media dalam keahlian berkomunikasi di media online. Selain itu mereka yang telah membully kota Bekasi, sama sekali tidak memiliki kesadaran dalam beretika di media jejaring sosial dan etika berinternet (netiquette). Jangan lupa setiap perilaku kita di dunia maya memiliki panduan dan pedoman dalam Undang-Undang Informasi Teknologi. Sekali lagi stop bullying kota Bekasi dan juga jangan menghina di media jejaring sosial yang anda miliki.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s