Potensi Promosi dan Bisnis Menjadi Sponsor Klub Sepakbola di Indonesia


Aremania

Melihat sejumlah perusahaan Indonesia berbondong-bondong menjalin kerjasama promosi dengan sejumlah klub eropa terkenal, mengundang decak kagum. Garuda Indonesia menjalin kerjasama dengan Liverpool FC, Bank BNI dengan Chelsea FC, Kacang Garuda dengan Real Madrid dan terbaru Advan dengan Barcelona. Kerjasama promosi yang strategis tersebut dapat diasumsikan bernilai besar dan menjanjikan imbal balik yang besar, baik secara tidak langsung berupa meningkatnya brand awareness, brand image ataupun secara langsung peningkatan angka penjualan.

Disisi lain kita juga melihat bagaimana klub sepakbola Indonesia mengalami kesulitan pendanaan dan kesulitan mencari sponsor. Apalagi dengan wacana pengelolaan klub secara professional terus menerus digulirkan dimana klub sepakbola di Indonesia diarahkan untuk tidak selalu menggantungkan biaya pengelolaan pengurusan klub sepakbola kepada pemerintah daerah saja. Sebenarnya klub sepakbola di Indonesia relatif mudah mencari sponsor, dengan mengajak kerjasama BUMD setempat, seperti yang dilakukan oleh sejumlah klub sepakbola di Indonesia.

Baca Juga : Dibalik Pemain Jenius Barcelona, Ada Intel Didalamnya

Namun kita juga perlu mencermati belum terpadunya (jika tidak ingin dibilang carut marut) pengelolaan kompetisi sepakbola di Indonesia. Perpecahan kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia menjadi dua kompetisi yang pernah terjadi beberapa tahun lalu menjadi gambaran yang mungkin membuat perusahaan mundur menjadi sponsor.

Dengan sejumlah perbaikan yang memang masih harus terus digulirkan, sejatinya kompetisi sepakbola di Indonesia tetap menjanjikan potensi promosi dan bisnis yang menggiurkan.

Komunitas Fans yang Besar Jumlahnya

Hampir seluruh klub sepakbola di Indonesia memiliki komunitas fans yang besar jumlahnya. Persija memiliki Jak Mania, Persib Bandung memiliki bobotoh, Arema Malang memiliki Aremania. Komunitas yang besar menjanjikan coverage promosi yang besar juga jumlahnya.

Aktivitas Promosi

Para pendukung itu tidak hanya mendukung klubnya, tetapi juga pemainnya. Dari pemain, para sponsorship tersebut bisa menjadikan para pemain sebagai model iklan. Selain itu para sponsor juga bisa menempatkan promosinya di stadion, pada website klub (klub sepakbola di Indonesia seharusnya sudah mulai memikirkan untuk memiliki website), akun twitter dan facebook, pada apparel/ jersey/ seragam tanding dan latihan, jaket, ataupun bisa melakukan promosi off air. Ada juga komunitas fans klub yang memiliki radio seperti yang dilakukan oleh bobotoh, para pendukung Persib. Promosi juga bisa dikembangkan sampai kepada level komunitas.

Ticketing dan Pengelolaan Keuangan Klub

Khusus untuk bank, ada juga potensi bisnis yang bisa dilirik dari klub sepakbola di Indonesia, yakni ticketing dan pengelolaan keuangan klub. Bayangkan jika dalam satu pertandingan katakanlah ada 5.000 sampai 10.000 penonton, ticketing para penonton dapat menggunakan smartcard atau uang elektronik. Dari sini klub sepakbola bisa lebih professional dengan mengeliminir calo tiket yang menggerus pendapatan klub. Selain itu aspek pengelolaan keuangan klub sepakbola dapat menggandeng bank, untuk meminimalisir kebocoran yang mungkin terjadi.

Kesimpulannya agar klub sepakbola di Indonesia bisa lebih mudah menjaring sponsor tidak hanya bisa mengandalkan jumlah fans atau suporternya saja sebagai bargaining position, tapi harus mampu memasarkan diri dengan baik. Hal ini dapat dilaksanakan dengan tata kelola kesebelasan sepakbola yang lebih profesional, dan menciptakan potensi promosi dan bisnis yang lebih baik bagi para sponsor.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s