Cahaya Sepakbola Itu Mungkin Akan Terbit Dari Timur Indonesia


Persipura Jayapura

Dari 250 juta penduduk Indonesia, masa kita tidak bisa mencari 11 orang pemain sepakbola yang bisa membawa Indonesia berprestasi?

Sepakbola Indonesia memang penuh dengan cerita. Kebanyakan memang memprihatinkan, namun tidak semua cerita menunjukkan kemuraman wajah persepakbolaan Indonesia. Selalu ada harapan, selalu ada setitik cahaya untuk mengantarkan kita keluar dari kegelapan prestasi. Piala AFF 2010 adalah salah satu ceritanya. Timnas kita begitu dipuja sebagai simbol kebangkitan sepakbola Indonesia. Alfred Riedl bisa dibilang menjadi muara dari harapan itu. Tim kita begitu disanjung. Ekspetasi besar untuk bisa menjadi juara AFF 2010. Sejarah kemudian mencatat kita begitu dekat dengan prestasi, namun sayang, prestasi itu belum datang.

Selepas ajang tersebut, harapan tetap membuncah tinggi, lalu dlluluhlantakkan oleh carut marutnya “perpolitikan” kepengurusan sepakbola Indonesia. Kita pun terkejut-kejut, bagaimana bisa di satu negara bisa ada dua kompetisi liga sepakbola professional yang kemudian diikuti dengan sejumah klub yang ikutan mendua, sebut saja misalnya Ujung Berung A di Liga Carut dan Ujung Berung 1941 di Liga Marut. Dualisme yang benar-benar menunjukkan carut marutnya sepakbola kita. Alhasil sayap garuda pun tercabik-cabik. Dikangkangi oleh negara yang sebelumnya selalu berada dibawah peringkat Indonesia, jelas bukan pemandangan yang enak dilihat.

Ketika sayap garuda tak kunjung mengepakkan sayapnya untuk terbang lebih tinggi lagi, seorang Indra Sjafri dengan serombongan Garuda Mudanya memberikan harapan. Tunas-tunas sayap mulai muncul dan membuncahkan harapan untuk mengerek merah putih lebih tinggi lagi. Mengalahkan tim Korea Selaan, salah satu kekuatan sepakbola di Asia. Menjawab pertanyaan di atas, bisa dibilang, Indra Sjafri melakukan pekerjaannya dengan baik, ia mampu mencari 11 orang pemain muda yang bisa membawa Indonesia untuk setidaknya kita dapat berharap untuk berprestasi.

Putu Gede Juni Antara, Maldini Pali, Ilham Udin Armaiyn lalu ada Yabes Roni Malaifani, Alqomar Tehupelasury menjadi pilar dari Timnas U-19 baik tim A dan tim B berasal dari Indonesia Timur. Sebelumnya kita sudah mengenal nama Boaz Salossa, Okto Maniani yang malang melintang sebagai anggota Timnas Indonesia Senior. Hal ini menandakan bahwa sumbangan Indonesia Timur kepada Tim Nasional Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata.

Yang terbaru adalah bagaimana perjuangan Persipura Jayapura di kancah AFC Cup 2014 yang saat ini sudah mencapai semifinal melawan Al Qadsia. Hasil laga pertama memang kurang menguntungkan, namun laga home mendatang memberikan tantangan dan peluang yang wajib diperjuangkan. Semoga beruntung dan selamat bertanding. Semoga matahari sepakbola Indonesia terbit dari timur kian cerah.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s