Masyarakat Ekonomi ASEAN, Breakthrough Your Mindset !


Masyarakat Ekonomi ASEAN

Masyarakat Ekonomi ASEAN sebentar lagi akan kita hadapi. Kita harus siap menyambut era baru dimana ekonomi ASEAN akan terintegrasi. Ada dua perspektif yang sering kali dikumandangkan, MEA itu sebagai tantangan atau peluang? Well that’s good, mari kita jangan memandang MEA itu sebagai hambatan apalagi sebagai ancaman. MEA sebagai tantangan atau peluang, itu artinya dalam kita memandang konteks MEA secara keseluruhan positif. Tantangan apalagi peluang harus disambut dengan optimis. Just bring it on.

Tidak perlu njelimet dalam bagaimana menganalisa dampak dari Masyarakat Ekonomi ASEAN terhadap Indonesia beserta dengan analisa sudut pandang tantangan atau peluang itu tadi. Gambaran awamnya begini saja, MEA berarti keterbukaan akses, termasuk dari penduduk dan dampak turunannya, tenaga kerja. Singkat cerita, MEA berarti masuknya penduduk di negara ASEAN ke Indonesia. Artinya, siap-siap kita menyambut rekan-rekan kerja multinegara. Tantangan? Ya tentu saja. Peluang? Ya jelas peluang. Kalau tenaga kerja dari ASEAN boleh masuk ke Indonesia, berarti kita dari Indonesia juga boleh masuk dong ke negara ASEAN yang lainnya.

Takut bersaing dengan tenaga kerja dari negara ASEAN lainnya? Kenapa harus takut? Berhentilah merasa inferior dengan negara-negara lain. Betul memang ada hal-hal yang lebih baik dari negara lain dibandingkan dengan Indonesia. Namun disitulah letak tantangan kita, kita harus segera memperbaiki dan meningkatkan kualitas kita untuk menghadapi persaingan di tenaga kerja nantinya.

Breakthrough of Mindset

Bagaimana cara kita bisa memenangkan persaingan dengan tenaga kerja ataupun para pelaku usaha dari negara lain yang mungkin harus kita akui memiliki kelebihan dibandingkan kita, seperti Singapura misalnya. Untuk bisa mengejar ketertinggalan kita, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pertama yang perlu kita lakukan adalah dari diri kita pribadi dengan melakukan terobosan sudut pandang kita (breakthrough of mindset, dengan tidak memandang inferior diri kita sendiri dengan negara lain.

Bagi mereka yang tidak memiliki daya saing, enggan belajar untuk meningkatkan kualitas pribadi tentu saja akan memandang persaingan pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN sebagai suatu hal yang menakutkan. Tapi bagi mereka yang percaya diri akan kemampuannya dan memiliki rasa haus berprestasi akan senantiasa meningkatkan kemampuan diri (intelektualitas, kompetensi, skill) sehingga akan memandang persaingan sebagai sebuah tantangan untuk dimenangkan.

Mindset inferior harus senantiasa dikikis agar kelak ketika masyarakat ekonomi ASEAN sudah benar-benar terintegrasi, warga Indonesia benar-benar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s