Perbedaan Risk Appetite dan Risk Tolerance


Risk Management

Penggunaan istilah risk appetite dan risk tolerance acapkali sering tertukar. Definisi keduanya seringkali berbeda-beda berdasarkan lembaga ataupun instansi yang menyampaikannya.

Secara awam menurut definisinya, risk appetite yang jika diterjemahkan secara langsung berarti selera terhadap risiko, dan risk tolerance jika diterjemahkan secara langsung berarti toleransi terhadap risiko. Risk tolerance berkaitan dengan risk appetite tetapi berbeda secara fundamental. Risk appetite lebih bersifat strategis dan risk tolerance lebih bersifat taktikal dan operasional.

Ambil contoh, yang dimaksudkan sebagai risk appetite Perusahaan menetapkan faktor risiko pada bidang-bidang tertentu, maka risk tolerance adalah batasan level risiko yang bisa diterima dan batas minimum risiko yang doambil atau tidak ditoleransi untuk sebuah hasil yang kurang. Pernyataan mengenai risk appetite bisa dinyatakan secara kuantitatif dan atau secara kualitatif, sedangkan risk tolerance sebaiknya dinyatakan secara kuantitatif.

Beberapa definisi risk appetite dan risk tolerance yang disampaikan oleh sejumlah instansi :

COSO menyebutkan risk appetite adalah deskripsi menyeluruh level risiko yang diharapkan akan diambil oleh sebuah entitas dalam mengejar nilai. Definisi dari risk tolerance yang disebutkan oleh COSO adalah mencerminkan variasi dari outcome yang terkait dengan ukuran kinerja yang terhubung kepada sasaran yang ingin dicapai organisasi.

KPMG menyebutkan risk appetite adalah jumlah risiko, dalam level atas, yang ingin diambil oleh organisasi dalam upaya menciptakan nilai, dan definisi risk tolerance sebagai ukuran dari risiko yang dipergunakan untuk memantau risiko-risiko yang dihadapi dan membandingkannya dengan pernyataan risk appetite.

J David Dean dan Andrew E Griffin dalam bukunya What’s Your Risk Appetite menyebutkan risk appetite adalah jumlah dari total risiko yang dihadap sebuah organisasi yang bisa diterima atau dipertahankan berdasarkan imbal hasilnya. Risk appetite juga mencerminkan strategi, strategi risiko dan harapan pemangku kepentingan. Ditetapkan dan disetujui oleh Dewan Direksi melalui diskusi dengan manejemen. Sedangkan risk tolerance adalah jumlah risiko yang ingin diambil sebuah organsiasi secara menyeluruh atau terkadang dalam unit bisnis tertentu atau untuk kategori risiko yang spesifik. Risk tolerance dinyatakan secara kuantitatif yang bisa dipantau dan sering dinyatakan dalam outcome atau level risiko yang bisa diterima atau tidak bisa diterima.

Disadur dari Kolom Syahmuharnis Risk Appetite vs Risk Tolerance yang dimuat di Majalah Stabilitas Edisi 98 Agustus 2014 th X

http://www.akademiasuransi.org/2013/05/pengertian-risk-appetite-risk-tolerance.html

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s