Mengenal 8 Jenis Risiko Perbankan Part 8 – Risiko Kepatuhan dan Bagaimana Mengelolanya


Compliance

Risiko kepatuhan adalah risiko yang disebabkan bank tidak mematuhi atau tidak memenuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku, seperti risiko yang terkait dengan Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aktiva Produktif, Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), Posisi Devisa Neto (PDN), risiko strategis yang terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) bank dan risiko lainnya yang terkait dengan ketentuan tertentu.

(Artikel Ini Telah Diupdate Pada 19 Januari 2016)

Pengukuran risiko kepatuhan dilakukan untuk mengukur potensi kerugian yang disebabkan oleh ketidakpatuhan dan ketidakmampuan Bank dalam memenuhi ketentuan yangberlaku. Besarnya risiko kepatuhan diestimasi berdasarkan kemampuan Bank untuk memenuhi seluruh peraturan pada waktu yang lampau dan yang akan datang. Kegiatan-kegiatan ini termasuk dapat melakukan review terhadap semua penalty ataupun denda yang dikenakan regulator kepada bank, dan juga permasalahan hukum (litigasi).

Apa Saja Contohnya?

Sebagai contoh dari risiko kepatuhan adalah bank tidak mengirimkan laporan tepat waktu sehingga harus membayar sejumlah denda. Contoh lainnya adalah bank tidak secara utuh mengikuti prosedur seperti yang diterapkan oleh regulator.

Bagaimana Menilainya?

Risiko kepatuhan diukur berdasarkan sejumlah parameter yakni jenis dan signifikansi pelanggaran yang dilakukan, frekuensi pelanggaran yang dilakukan, perilaku yang mendasari pelanggaran dan parameter Pelanggaran terhadap ketentuan atas transaksi keuangan tertentu.

Bagaimana Mengendalikannya?

Mitigasi risiko kepatuhan dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan komitmen seluruh jajaran manajemen dan karyawan untuk menegakkan peraturan yang berlaku atas setiap pelanggaran yang dilakukan baik oleh karyawan maupun pejabat eksekutif melalui kegiatan sosialisasi peraturan eksternal dan internal serta peningkatan kompetensi karyawan melalui kegiatan pelatihan-pelatihan.

Secara teknis yang pertama kali dilakukan adalah perlu memastikan bahwa kebijakan dan standar operasional telah sesuai dengan peraturan yang ada. Hal ini dapat dilaksanakan dengan terlebih dahulu melakukan analisa terhadap dampak kebijakan eksternal atau peraturan yang berlaku terhadap seluruh aspek bank, kemudian melakukan review terhadap kebijakan bank serta melakukan analisa kepatuhan terhadap rancangan produk ataupun aktivitas baru. Bank juga perlu melaksanakan review kepatuhan terhadap seluruh kegiatan operasional perbankan dan kemudian bisa mendapatkan rekomendasi perbaikan kualitas sistem internal control dan manajemen risiko.

Referensi lainnya mengenai risiko kepatuhan dapat dilihat pada

Penerapan dan Pengawasan Manajemen Risiko Kepatuhan

Baca juga artikel berseri tentang Manajemen Risiko sebelumnya :

Apa itu Risiko dan Manajemen Risiko serta apa Manfaatnya?

Apa saja kaitan Manajemen Risiko dengan Prinsip Tarif?

Apa itu Profil Risiko?

Risiko Kredit dan Bagaimana Mengelolanya?

Risiko Pasar dan Bagaimana Mengelolanya?

Risiko Operasional dan Bagaimana Mengelolanya?

Risiko Likuiditas dan Bagaimana Mengelolanya?

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s