I Am Sam : Cerita Tentang Sebuah Perjuangan dan Kasih Sayang


Sean_Penn_in_I_Am_Sam_Wallpaper_2_1024

I Am Sam mengisahkan tentang cerita Sam Dawson yang mengalami keterbelakangan mental dalam memperjuangkan hak asuh untuk anaknya yang bernama Lucy. Film ini adalah film keluarga yang dirilis pada tahun 2001 dan diperankan oleh Sean Penn, Dakota Fanning dan Michelle Pfeifer dan mendapatkan nominasi Oscar pada tahun 2002.

Sam Dawson merupakan seorang yang memiliki keterbelakangan mental dan dianggap hanya memiliki tingkat kecerdasan layaknya anak kecil berusia 7 tahun. Masalah dimulai ketika Lucy yang sudah menjelang usia 7 tahun, dimana badan pemerintahan anak-anak menganggap Sam Dawson tidak akan mampu mengurusi Lucy kedepannya. Kendati memiliki keterbelakangan mental, hal itu tidak mengubah komitmen dan dedikasi untuk merawat Lucy.

Lucy kemudian diambil oleh Pemerintah untuk diinapkan sementara di tempat tinggal orang tua asuh dan kasusnya mengenai hak asuh di lanjutkan dalam Persidangan. Sam yang mengalami keterbelakangan mental tentunya tidak bisa membela dirinya sendiri. Dia mendatangi seorang pengacara wanita sukses Rita Harrison yang diperankan oleh Michelle Pfeiffer yang memiliki segalanya tapi tidak memiliki hati yang bisa mengasihi anaknya.  Rita semula enggan membantu Sam, tetapi pada akhirnya luluh terhadap keras kepalanya  dan juga kepolosan dari Sam. Bukan hal yang mudah untuk memenangkan hak kepengurusan dari Lucy dari pengadilan.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari film yang mengharukan ini, tentang kasih sayang Sam Dawson yang begitu tulus, perjuangannya memenangkan hak asuh atas Lucy.  Kepolosan Sam Dawson juga merupakan sebuah ironi ditengah dunia orang dewasa yang penuh dengan kepalsuan. Begitu pula dengan interaksi antara Rita dengan Sam dimana seiring perjalanan sidang, Rita dan Sam pun lebih banyak belajar satu dengan yang lainnya. Rita belajar dari Sam bagaimana merawat dan mendidik anaknya dengan benar sementara Sam sendiri belajar bagaimana untuk mengenali orang lain secara lebih mendalam lagi.

Saat menonton film I Am Sam, saya selalu teringat pada Khansa, putri saya yang lucu dan menakjubkan. Bagaimana seandainya jika saya dijauhkan dari Khansa. Memikirkannya saja sudah membuat saya menangis. Tapi Sam Dawson yang memiliki keterbelakangan mental saja mampu berjuang, ia mampu menginspirasi. apakah kita sudah mengasihi keluarga kita dengan baik? Akan sangat malu rasanya bila seorang retard seperti Sam saja mampu menyayangi anaknya dengan sepenuh hati sementara kita tidak.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

http://hiburan.kompasiana.com/film/2011/03/30/i-am-sam-film-keluarga-tentang-arti-sebuah-kasih-sayang-351524.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s