Sosial Media pada Jam Kerja. Kenapa Tidak?


tips-facebook-an-aman-di-kantor

Media jejaring sosial telah bertumbuh dengan semakin pesatnya dan telah merubah wajah dalam bagaimana berkomunikasi. Jumlah pengguna yang terus meningkat menandakan hal itu. Tidak hanya orang perorangan, tetapi juga politikus, pejabat publik, tokoh publik hingga instansi pemerintah, korporasi bahkan kepada berbagai komunitas, semuanya beramai-ramai menyemarakkan jagat komunikasi media sosial di dunia maya. Arus pertukaran informasi begitu terjadi dengan cepatnya, jutaan tweet di posting, di re tweet, diquote berkali-kali. Jutaan status di update di wall facebook setiap saatnya, jutaan video di upload dan didownload di youtube pada saat yang bersamaan. Mengekpresikan pendapat melalui kata-kata, tulisan, foto, video menjadi sebuah kebutuhan, menjadi sebuah keharusan. Baik itu untuk keperluan personal pribadi, untuk keperluan senang-senang, hingga keperluan bisnis dan juga pekerjaan.

Tetapi, disaat dunia usaha menyemarakkan jagat media sosial, pada saat yang bersamaan mereka juga melarang para karyawannya untuk mengakses berbagai media sosial, entah karena alasan dengan security dengan mematikan fungsi media itu dalam jaringan intranet kantor maupun dalam office device (gadget mobil maupun PC) yang digunakan karyawan ataupun karena alasan adanya kemungkinan menurunnya produktivitas karyawan. Memang ada juga perusahaan yang memperbolehkan karyawannya mengakses jejaring sosial, itupun hanya terbatas kepada para administrator (pengelola content) dari media jejaring sosial perusahaan, itupun terkadang para administrator menggunakan gadget pribadinya untuk keperluan mengelola media jejaring sosial perusahaan.

Memang betul bahwa jika suatu perusahaan memberikan akses kepada karyawannya untuk mengakses facebook, twitter, linkedin dan youtube ataupun kawan-kawan sejenis, tidak ada jaminan bahwa karyawan akan menggunakannya untuk keperluan pekerjaan, dan malah menggunakannya untuk keperluan pribadi. Dan juga tidak mungkin untuk para manager untuk mengecek komputer karyawan satu persatu hanya untuk memonitor apakah karyawan menggunakan facebook dan twitter untuk keperluan menyelesaikan pekerjaan.

Memang, saya bukan pakar sumber daya manusia untuk menentukan benar tidaknya media jejaring sosial dapat mempengaruhi produktifitas karyawan. Tetapi bukankah disaat semakin banyak orang yang menggunakan dan mengakses media jejaring sosial, disaat itulah tercipta peluang untuk berkomunikasi dengan klien, dengan nasabah, dengan prospek nasabah? Bukankah dalam media jejaring sosial terdapat jutaan informasi yang bisa jadi bermanfaat untuk pengembangan bisnis suatu perusahaan?

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s