Dibalik Kerennya Topeng dan Kostum Superhero


The-Dark-Knight-Rises-teaser-image

Superhero, dibalik kerennya topeng dan kostum yang mereka kenakan, jauh di lubuk hati mereka yang paling dalam menyimpan kegetiran-kegetiran seperti orang-orang biasa yang mereka tolong. Seringkali mereka termenung digelapnya malam, berdiri sendiri dalam sepi, menahan pilu, menahan air mata dibalik topeng mereka. Kesedihan yang membuat mereka bertahan untuk menjadi superhero karena mereka tidak ingin orang lain mengalami kesedihan yang sama, yang menjadikan alasan mereka untuk memilih jalan hidup sebagai superhero.

Bruce Wayne, Batman, kehilangan wanita, teman masa kecilnya yang amat ia sayangi. Peter Parker pun setali tiga uang, kehilangan orang tua angkatnya dibunuh oleh perampok hingga memutuskan untuk membela kebenaran dan orang yang tidak bersalah dengan menjadi Spiderman, bahkan Robocop pun harus kehilangan partnernya yang dikhianati oleh OCP.

Tapi apa yang mereka dapatkan dari menjadi superhero? Di puja-puja oleh orang yang mereka tolong? Atau malah dicaci maki sebagai perusak tatanan hukum yang sudah berlaku? Niat tulus mereka dipertanyakan oleh sebuah pertanyaan yang mungkin juga ada dalam benak kita, kenapa mereka harus memakai kostum? Kenapa mereka harus menutupi identitas diri mereka dengan topeng? Benarkah itu cuma untuk merahasikan identitas mereka dari para supervillain yang akan menggunakan segala macam cara untuk mengalahkan sang superhero? Ataukah mereka malu dengan wajah mereka ataukah semua itu untuk menutupi hati mereka yang terluka dan sedih karena perasaan kehilangan ditinggalkan oleh orang-orang yang mereka sayangi?

Meskipun memang Tony Stark dapat menjadi pengecualian dalam hal ini. Ia menjadi anomali disaat superhero lain mati-matian berusaha menyembunyikan identitas mereka agar tidak ketahuan oleh musuh-musuhnya, Tony Stark malah dengan bangga memamerkan bahwa dirinya adalah Iron Man. Bahkan ia menantang musuhnya untuk mendatangi rumahnya.

Tapi kenapa mereka mau menanggung beban menjadi superhero dengan memiliki kewaijiban menghadapi supervillain yang akan menggunakan segala macam cara dan strategi, termasuk yang paling licik sekalipun? Apa yang ada dalam benak Spiderman ketika harus memilih antara Mary Jane atau warga kota lainnya saat Green Goblin memanfaatkan kelemahan superhero, yakni hati mereka? Kenapa Batman mau menanggung hinaan seluruh warga Gotham dan kejaran polisi hanya demi menjaga nama baik Harvey Dent si Two Face? Bukankah itu membutuhkan ketulusan luar biasa?

Peter Parker pernah mendapatkan petuah bijak “With a great power comes a responsibility” . Memang menjadi superhero, mereka mendapatkan satu paket secara keseluruhan, tidak hanya kerennya topeng dan kostum yang harus mereka kenakan, tetapi juga rasa sakit yang mendera sekujur tubuh setelah bertarung dengan para supervillain yang licik, juga rasa sakit akibat ditinggalkan oleh orang-orang yang mereka sayangi. Belum lagi menghadapi dinginnya malam melihat orang-orang yang mereka sayangi yang masih hidup dan harus superhero tinggalkan karena ia tidak ingin lebih banyak lagi orang-orang yang ia sayangi yang nantinya akan terluka. Anda mau menjadi superhero?

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

One thought on “Dibalik Kerennya Topeng dan Kostum Superhero

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s