Apa Itu Employee Engagement?


iStock_000018994531Small

Apa itu keterikatan karyawan? Apakah keterikatan karyawan dengan perusahaan hanya sekedar memuaskan kebutuhan karyawan? Lantas apa bedanya keterikatan karyawan dengan kepuasan karyawan?  Sangatlah tidak mudah untuk memuaskan kebutuhan karyawan yang akan selalu terus meningkat dan seperti dasarnya manusia, kepuasan itu tidak akan ada yang memuaskan. Tapi bagaimana cara mengikatkan diri karyawan dengan perusahaan? Jika kita bedakan antara employee satisfaction dengan employee engagement, kurang lebih dapat kita gambarkan sebagai berikut : Employee satisfaction hanya mendorong karyawan to doing my job, tapi employee engagement mendorong karyawan to doing my job above and beyond (melakukan pekerjaan saya secara luar biasa). Employee satisfaction hanya mendorong seorang karyawan untuk memikirkan kesuksesan dirinya sendiri, sedangkan employee engagement akan mendorong setiap karyawan untuk menciptakan kesuksesan dirinya dan perusahaan tempatnya bekerja.

Sehingga employee satisfaction hanya mendorong komitmen pribadi, sedangkan employee engagement mendorong komitmen bersama. Inilah makna keterikatan karyawan dengan perusahaan, yakni adanya komitmen bersama antara perusahaan dengan karyawan. Employee engagement juga dapat berarti bagaimana mendorong potensi karyawan kepada performance yang tinggi (high performance) yang menghasilkan setiap orang untuk memberikan kontribusi terbaik yang bisa mereka berikan.

Keterikatan karyawan berarti juga menangkap tidak hanya apa yang karyawan pikirkan, tetapi juga apa yang karyawan rasakan, inilah yang dapat menghasilkan discretionary effort atau kontribusi terbaik semaksimal mungkin yang merupakan “senjata rahasia” untuk menuju hasil bisnis yang luar biasa spektakuler.

Apa manfaat dari seorang karyawan yang merasa terikat dengan perusahaan tempat ia bekerja? Ternyata menurut hasil penelitian, karyawan yang sangat terikat 480% lebih berkomitmen untuk membantu perusahaan tempatnya bekerja untuk mencapai kesuksesan jika dibandingkan dengan karyawan biasa-biasa saja. Mereka yang memiliki keterikatan tinggi juga memiliki kemungkinan lebih dari 250% untuk merekomendasikan perbaikan-perbaikan kepada perusahaan dan 370% lebih besar kemungkinan bagi mereka untuk merekomendasikan perusahaan sebagai tempat bekerja kepada orang lain.

Tapi ada fakta-fakta yang “menakutkan” yang perlu menjadi perhatian kita semua. Karyawan yang memiliki keterikatan yang rendah 4 kali lebih mungkin berhenti dari pekerjaannya ketimbang mereka yang memiliki keterikatan yang tinggi. Sedangkan karyawan setingkat manajer yang memiliki tingkat keterikatan yang rendah, 3 kali lebih mungkin memiliki karyawan yang tidak merasa terikat dengan perusahaan. Bahkan di Amerika, manager yang under perform mengakibatkan kerugian 450 miliar US Dollar tiap tahunnya. Yang lebih menyeramkan, 35% karyawan di Amerika rela tidak menerima kenaikan gaji hanya demi melihat atasan mereka dipecat! Tahun 2013, berdasarkan penelitian menyebutkan bahwa 7 dari 10 karyawan merupakan karyawan yang tidak memiliki rasa keterikatan dengan karyawan.

Jika itu terjadi di perusahaan anda, maka perusahaan anda hanya akan digerakkan 3 karyawan saja, 5 karyawan hanya akan menjadi penonton saja, dan 2 karyawan berpotensi untuk merusak perusahaan anda. Tapi akan selalu ada harapan dimana para pemimpin-pemimpin bisnis mulai memperhatikan hal ini. Mereka semua setuju bahwa karyawan yang tidak memiliki rasa keterikatan dengan perusahaan, merupakan salah satu ancaman terbesar dalam bisnis mereka. Jadi bagaimana caranya meningkatkan rasa keterikatan karyawan dengan perusahaan?

Tidak lain adalah dengan meningkatkan rasa percaya kepada manajemen bahwa mereka memiliki kompetensi yang baik untuk memimpin dan kompetensi yang baik dalam bidang yang mereka pimpin. Pemimpin juga harus memiliki integritas yang baik, dan terakhir memiliki rasa kepedulian yang tinggi kepada karyawan. 3 cara inilah para pemimpin yang baik membangun kepercayaan terhadap mereka.

Para karyawan yang terikat lebih banyak fokus pada tujuan dan nilai dari sebuah pekerjaan, jadi bukan lagi kepada apa yang harus saya kerjakan tetapi mengapa saya mengerjakan suatu pekerjaan dan ini dapat menghasilkan kemampuan yang meningkat 6 kali lebih besar dibandingkan apa yang dilakukan oleh para pesaing perusahaan. Level rasa keterikatan karyawan dengan perusahaan akan semakin meningkat dengan karyawan dimana karyawan tersebut memiliki rasa kebanggaan yang besar terhadap kontribusi yang diberikan oleh perusahaan kepada masyarakat, komunitas dan dunia.

Karyawan yang terikat juga mampu mendorong virtual workforce dan rata-rata mereka menggunakan teknologi yang keren. Karena teknologi lah yang mendorong generasi Y.  Mereka juga mampu  mendorong kreativitas. Karyawan yang terikat mampu mendorong adanya pemberdayaan dan inovasi bukan hanya sekedar prosedur dan kebijakan. Kenapa generasi Y penting? Karena generasi Y yang lahir antara tahun 1980 sampai dengan tahun 2000 akan menjadi lebih banyak daripada generasi baby boomers (lahir tahun 1946-1964) pada tahun 2015. Tahun 2020 diperkirakan generasi Y ini akan mewakili 50% dari tenaga kerja.

Jadi sebaiknya mulai sekarang, anda memperhatikan siapa karyawan yang menggerakkan usaha anda, siapa yang menjadi biasa-biasa saja, dan siapa saja yang bisa merusak perusahaan anda.

Sumber : diunduh dari Youtube video yang berjudul Employee Engagement – Who’s Sinking Your Boat produksi http://www.employeeengagement.com

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s