Menyusun Rencana Bisnis Bank Itu Seperti Bermimpi


business-plan

Anda Harus Berani Jadi Orang Gila Dalam Menyusun Target !

Kemarin malam, 14 November 2013, saya kembali mendapatkan pengalaman berharga saat membantu menyusun Rencana Bisnis Bank, dokumen yang berisikan mengenai rencana dan target sebuah bank yang konon kabarnya dianggap “sakral” oleh kaum-kaum yang menyusunnya.

Tidak boleh dikerjakan dirumah, apalagi sampai tidak boleh dibawa pulang kerumah. Tidak boleh dibaca sembarang orang, kalau mau pinjam itu dokumen pasti ditanya ini itu buat keperluan apa. Ya pasalnya Rencana Bisnis Bank itu memang “dapurnya bank”. Kalau menurut saya sih, Rencana Bisnis Bank itu bukan “dapurnya bank”, saya lebih melihatnya kepada “inilah mimpinya bank”. Tahun ini mau mencapai laba berapa, tahun ini mau buka kantor di mana saja, dalam dua sampai tiga tahun kedepan, apa saja sih yang mau dilakukan. Yes, inilah saatnya kita bermimpi. Tentunya dengan dasar-dasar perhitungan yang cermat yang orang-orang jenius pembuat Rencana Bisnis Bank biasa lakukan.

Adalah Arie Rinaldi yang mengenalkan saya kepada “makhluk” bernama Rencana Bisnis Bank ini. Biasanya memang unit perencanaan strategis lah disuatu perusahaan yang didapuk untuk “bermimpi” dan menyusun Rencana Bisnis Bank ini. Awalnya dimintakan bantuan untuk “turut bermimpi” menyusun Rencana Bisnis Bank ini lebih didasari pertimbangan persahabatan saya dengan Arie Rinaldi saja. Si Arie sering mensupport saya dalam mengerjakan Annual Report, ya kenapa tidak sekarang giliran saya untuk saya bantu? Ditambah pujian-pujian (baca : cengkone) dari Arie Rinaldi tentang keahlian saya di bidang Good Corporate Governance dan Corporate Communication ini lah saya didaulat untuk membantu menyusun naskah Rencana Bisnis Bank khususnya untuk Good Corporate Governance dan Manajemen Risiko. Memang saya secara struktural tidak berada di unit compliance, tapi pengalaman menyusun Annual Report selama bertahun-tahun, pengetahuan tentang Good Corporate Governance saya jadi kuat mengkristal dalam diri saya.

Bicara tentang Rencana Bisnis Bank yang memang sudah lama saya ketahui, tapi belum pernah saya dicemplungin begini, membuat saya jadi ingin tahu lebih dalam mengenai Rencana Bisnis Bank yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No. 12/21/PBI/2010 tentang Rencana Bisnis Bank. Definisi dari Rencana Bisnis Bank adalah dokumen tertulis yang menggambarkan rencana kegiatan usaha bank jangka pendek (satu tahun) dan jangka menengah (tiga tahun) termasuk rencana untuk meningkatkan kinerja usaha, serta strategi untuk merealisasikan rencana tersebut sesuai dengan target dan waktu yang ditetapkan, dengan tetap memperhatikan pemenuhan ketentuan kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko.

Rencana bisnis itu wajib disusun secara realistis setiap tahunnya. Jadi tidak boleh bermimpi? Tidak boleh mencanangkan target secara kelewat optimis? Ya boleh saja dong. Justru rencana bisnis bank ini mendorong target-target yang optimis tersebut dapat dicapai dengan baik, karenanya dalam menyusun Rencana Bisnis ini, bank kudu mesti harus wajib memperhatikan beberapa faktor seperti faktor-faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha bank, harus mengedepankan juga prinsip kehati-hatian, penerapan manajemen risiko dan azas perbankan yang sehat. Untuk bank umum yang memiliki Unit Usaha Syariah, bank umum tersebut wajib juga memuat rencana bisnis khusus untuk unit usaha syariah yang merupakan satu kesatuan dengan Rencana Bisnis Bank Umum. Rencana Bisnis tersebut harus disetujui oleh Dewan Komisaris.

Isi dari Rencana Bisnis Bank cukup banyak dan njelimet, kalau menurut saya. Tapi ya dasarnya sudah terbiasa mengerjakan Annual Report yang mencapai 400 halaman, ya saya bantu sajalah kawan saya, si Arie Rinaldi untuk mengerjakan bagian GCG dan Manajemen Risikonya. Rencana Bisnis, kata Peraturan Bank Indonesia, paling kurang meliputi ringkasan eksekutif, kebijakan dan strategi manajemen, penerapan manajemen risiko dan kinerja bank saat ini, proyeksi laporan keuangan beserta asumsi yang digunakan, proyeksi rasio-rasio dan pos-pos tertentu lainnya, rencana pendanaan, rencana penanaman dana, rencana permodalan, rencana pengembangan organisasi dan sumber daya manusia, rencana pengembangan dan atau perubahan jaringan kantor, serta berbagai informasi lainnya. Untuk kupasan isi lebih menditailnya, ya bisa digoogling saja langsung Peraturan Bank Indonesianya.

Rencana Bisnis Bank wajib disampaikan kepada Bank Indonesia paling lambat pada akhir bulan November, dan dapat dilakukan penyesuaian atau dirubah. Terlambat, diganjar Rp1.000.000,- (satu juta rupiah) per hari kerja keterlambatannya. Haha, tidak heran si Arie Rinaldi gedebak gedubuk, mengejar deadline dia rupanya. Ya bagaimanapun, mengerjakan Rencana Bisnis Bank adalah suatu pengalaman tersendiri.

Colek Saya di @RojiHasan dan Fakhrurroji Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s